Puluhan Anak Meninggal Mendadak tapi Negatif Malaria

Ricardo Hutahaean    •    24 November 2015 10:48 WIB
kesehatan
Puluhan Anak Meninggal Mendadak tapi Negatif Malaria
Peta Papua, Ant

Metrotvnews.com, Nduga: Beberapa bocah berusia di bawah tujuh tahun meninggal secara mendadak di Distrik Mbuga, Kabupaten Nduga, Papua. Itu terjadi sejak memasuki November 2015.

Kepala Distrik Mbuwa Erias Gwijangge mengatakan 41 anak meninggal mendadak. Rata-rata mereka bersia di bawah tujuh tahun. Tim medis dari Wamena, Jayawijaya, menyelidiki penyebab kematian anak-anak itu.

"Awalnya cuma sakit sedikit, lalu beberapa hari kemudian meninggal," terang Erias di Mbuwa, Selasa (24/11/2015).

Erias mengatakan musim kemarau juga terjadi di Nduga. Asap dari kebakaran lahan pun menyelimuti udara kabupaten tersebut.

Dalam sebulan terakhir, hujan turun. Semula, beberapa ternak mati seperti babi dan ayam. Belakangan, kata Erias, justru anak-anak yang meninggal.

Yan Hubi, petugas analis Puskesmas Kota Wamena, membenarkan kedatangan tim medis ke Mbuwa. Namun dalam tiga hari terakhir, tak ada laporan anak yang meninggal.

Yan yang turut dalam tim medis ke Mbuwa mengatakan telah memeriksa sampel darah anak-anak di Mbuwa. Tim menyelidiki kemungkinan bibit malaria, namun negatif. 

Lalu pada 17 November 2015, Yan bersama dokter dan tim medis lain kembali ke Mbuwa. 

Yan mengatakan, pada 1998, kemarau panjang terjadi di wilayah pegunungan tengah Papua, termasuk Nduga. Wabah malaria menyerang warga dan mengakibatkan ratusan orang meninggal. Ciri-cirinya hampir sama dengan kejadian di November 2015.

''Awalnya flu, demam, mencret lalu meninggal dunia," kata Yan.


(RRN)

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain
Bursa Transfer Pemain

Arsenal Terancam Kehilangan Chamberlain

4 hours Ago

Arsenal masih dipusingkan dengan isu masa depan para pemainnya. Selain Alexis Sanchez, The Gunn…

BERITA LAINNYA
Video /