Opera: Smartphone Terus Tumbuh di Indonesia, Feature Phone Tetap Dominan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    24 November 2015 12:33 WIB
opera
Opera: Smartphone Terus Tumbuh di Indonesia, Feature Phone Tetap Dominan
Opera Mediaworks bekerja sama dengan MMA untuk keluarkan meluncurkan hasil laporan State of Mobile Advertising.

Metrotvnews.com: Opera Mediaworks bekerja sama dengan Mobile Marketing Association (MMA) untuk meluncurkan hasil laporan State of Mobile Advertising untuk kuartal 3. Laporan ini merupakan hasil studi untuk kawasan Asia Pacific dan Oceania (APAC).

Laporan tersebut menunjukkan bahwa di kawasan APAC, Android masih menjadi sistem operasi favorit dengan pangsa pasar sebear 67,1 persen. Sebaliknya, iOS hanya memiliki pangsa pasar sekitar 2,5 persen. Pangsa pasar sebesar 30,4 persen dikuasai oleh kategori lain-lain dan feature phone.

Sementara itu, di Australia, iOS justru mendominasi dengan pangsa pasar 68,5 persen, diikuti dengan Android dengan pangsa pasar 30,7 persen dan feature phone hanya digunakan oleh 1 persen pengguna ponsel.

Dalam laporan ini, konsumen mobile terbagi menjadi 4 segmen: Savvy Shoppers, High-tech Enthusiasts, Travelers dan Gamers. Di Indonesia, segmen konsumen mobile paling besar adalah pada segmen Savvy Shoppers dan Travelers.

Selain Indonesia, India, Malaysia dan Vietnam juga menunjukkan prosentase Savvy Shoppers yang cukup tinggi. Untuk berbelanja, situs e-commerce favorit masih situs-situs lokal seperti Tokopedia, OLX, Lelong dan Chợ Tốt.



Sementara dalam hal impresi iklan video, Australia berada di posisi paling atas dengan 19 persen. Jepang berada di posisi kedua dengan rasio 15 persen dan Indonesia di posisi ketiga dengan rasio 10 persen.

"Pada smartphone, Anda dapat membuat iklan video yang efektif untuk menarik perhatian masyarakat, dan juga untuk menjalin keterikatan dengan para penonton. Pada akhirnya, mengubah para penonton menjadi konsumen mobile," kata Vikas Gulati, Managing Director untuk Asia, di Opera Mediaworks.

"Karena itulah, pada negara dengan paparan video tinggi, seperti Australia, para pengiklan dapat menggunakan kampanye rich-media untuk mendapatkan hasil yang maksimal."



Tingginya rasio impresi iklan di Indonesia menunjukkan bahwa iklan video memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan di Indonesia. Meskipun begitu, di Indonesia, rasio pengguna feature phone juga masih cukup tinggi. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pengiklan untuk melakukan monetisasi.


(MMI)

Video /