Sarapan Membuat Anak Lebih Berprestasi di Sekolah

   •    24 November 2015 12:48 WIB
kesehatan anak
Sarapan Membuat Anak Lebih Berprestasi di Sekolah
Sarapan penting sebelum anak sekolah. (Foto:sucromin.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Orangtua sekarang mungkin tidak seperti orangtua zaman dulu. Kini, hampir semua orangtua bekerja sehingga terkadang tidak memperhatikan perkembangan si kecil. Lebih sering lagi, karena terburu-buru bekerja banyak orangtua yang tak sempat membuat sarapan untuk buah hatinya.

Padahal, para peneliti di Cardiff University’s Center for the Development and Evaluation of Complex Interventions for Public Health Improvement (DECIPher) menyimpulkan, sarapan melatih kognitif anak lebih berkembang ketika bersekolah.

Penulis utama studi tersebut, Hanna Little Cott dalam siaran pers mengatakan, sarapan memang telah konsisten dikaitkan dengan tingkat konsentrasi hingga fungsi kognitif.

"Hubungan antara aspek murid makan apa dan seberapa baik mereka lakukan di sekolah memiliki implikasi yang signifikan untuk pendidikan dan kebijakan kesehatan masyarakat," tambahnya.

Siswa yang sarapan dua kali, lanjut Hanna, lebih mungkin pintar di sekolah ketimbang yang tidak sarapan. Tentu saja ini tidak berlaku bila mereka menyantap sarapan yang tak sehat. 

"Kesehatan dan pendidikan selalu berkaitan. Memperbaiki kesehatan dimulai dari sarapan juga memperbaiki pendidikan," ujar Hanna.

Penelitian ini mendukung dengan bukti yang menghubungkan diet sehat untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Anak sekolah yang kurang asupan nutrisi lebih rentan terhadap serangan penyakit. Ketika sakit, siswa cenderung kurang berkonsentrasi saat belajar.

Selain itu, penelitian lain menemukan bahwa anak yang kekurangan yodium tapi hanya mengonsumsi kalkun, makanan laut atau susu secara teratur, telah dikaitkan dengan gangguan hiperaktif pada mereka.

"Kami mengubungkan data kami dengan fakta di dunia nyata kinerja pendidikan. Hasilnya membuktikan kalau siswa sarapan dengan perilaku baik di sekolah benar-benar memiliki hubungan," jelas penulis studi lainnya, Dr Graham Moore.

Dr. Graham melanjutkan, sekolah yang mampu mendorong siswanya untuk sarapan pasti akan menuai manfaat pendidikan secara signifikan. 

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Public Health Nutrion dengan meneliti 5 ribu siswa berusia 9 sampai 11 tahun dengan lebih dari 100 sekolah dasar.

Para peneliti menanyai para siswa apa yang dimakan selama 24 jam terakhir dan membandingkannya dengan penilaian guru pada siswa tersebut. Saat menganalisis data, peneliti menemukan pola perilaku yang muncul dimulai dari sarapan. (Sumarni/Medical Daily)


(LOV)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /