Politikus Golkar: MKD Bisa Usut Setya Novanto Tanpa Aduan

Githa Farahdina    •    24 November 2015 13:48 WIB
pencatut nama presiden
Politikus Golkar: MKD Bisa Usut Setya Novanto Tanpa Aduan
Setya Novanto saat pertemuan dengan anggota Forum Pemred di Sekretariat Forum Pemred, Jakarta, Senin 23 November 2015. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kedudukan hukum Sudirman Said sebagai pelapor kasus dugaan Ketua DPR Setya Novanto meminta saham dengan mencatut nama presiden dan wapres, jangan jadi kendala mengusut masalah ini.

Menurut politikus Partai Golkar Zainuddin Amali, Mahkamah Kehormatan Dewan bisa menindaklanjuti kasus ini meski tanpa laporan. Sebab, dugaan Novanto meminta saham ke PT Freeport Indonesia sudah jadi perhatian publik.

Jika memang kedudukan hukum pelapor menjadi masalah, MKD bisa menggunakan cara lain sesui tata acara yang berlaku. "Saya kira tidak usah buat laporan baru," kata Amali di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2015).

Amali mengatakan, pengusutan tanpa aduan tertera dalam Bab III Pasal 4 ayat 1 tentang Perkara Tanpa Pengaduan Tata Beracara MKD. Karena itu, dia mendorong MKD tetap mengusut kasus Novanto.

"Saya masih yakin MKD akan menanganinya. MKD butuh keyakinan apa yang mereka lakukan tidak salah, sesuai prosedur," ujar Amali.

Senin 16 November, Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan politikus di DPR ke MKD karena diduga meminta saham ke PT FI dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Permintaan saham itu diduga untuk memuluskan perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang akan berakhir pada 2021.

Pemerintah dan PT FI tarik menarik soal perpanjangan kontrak. PT FI ingin kontrak karya diperpanjang segera hingga 2041. Sedangkan pemerintah baru akan memperpanjang kontrak pada 2019 dengan syarat Oktober tahun ini PT FI menyerahkan 10,64 persen saham ke Indonesia.

Dalam catatan Sudirman, politikus yang ia maksud tiga kali bertemu Direktur PT FI Maroef Sjamsuddin. Terakhir, 8 Juni di sebuah hotel di Pacific Place, Jakarta. Pertemuan 8 Juni juga dihadiri pengusaha M. Riza Chalid.

Saat wawancara eksklusif dengan Najwa Shihab untuk Program Mata Najwa Metro TV, Sudirman mengakui politikus yang ia laporkan adalah Setya Novanto.

Novanto mengakui pertemuan pada 8 Juni. Namun, politikus Partai Golkar itu membantah meminta saham dan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden.


Ketua MKD Surahman Hidayat usai rapat tertutup terkait laporan Menteri ESDM Sudirman Said, Senin 23 November 2015. Antara Foto/Puspa Perwitasari

Sedianya MKD memutuskan kelanjutan proses kasus Novanto, Senin 23 November. Namun, dalam rapat yang dipersoalkan justru kedudukan hukum Sudirman sebagai pelapor. Sudirman dianggap tidak bisa melapor ke MKD sesuai Pasal 5 Bab IV tentang Tata Beracara MKD.

Bunyi Pasal 5 Bab IV tentang Tata Beracara MKD, pengaduan kepada MKD dapat disampaikan oleh pimpinan DPR atas aduan anggota terhadap anggota, anggota terhadap pimpinan DPR atau pimpinan AKD, masyarakat secara perseorangan, atau kelompok terhadap anggota, pimpinan DPR, atau pimpinan AKD.


(TRK)

Antonio Conte Balas Sindiran Keras Mourinho
Liga Champions 2017 -- 2018

Antonio Conte Balas Sindiran Keras Mourinho

8 hours Ago

Conte merasa Mourinho masih sering memperhatikan apa yang terjadi di Chelsea. Untuk itu, ia mem…

BERITA LAINNYA
Video /