Pencatutan Nama Presiden

KMP Menangkan Rapat MKD Kemarin

Al Abrar    •    24 November 2015 14:29 WIB
pencatut nama presiden
KMP Menangkan Rapat MKD Kemarin
Ketua DPR Setya Novanto diduga si pencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia,--Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang digelar kemarin memutuskan menunda penetapan rapat pleno kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden. Rapat itu tengah memverifikasi data dan bukti-bukti soal keterlibatan Ketua DPR Setya Novanto terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Syarifuddin Suding mengakui, rapat MKD terkait dugaan pelanggaran etik Novanto kemarin berlangsung alot. Perdebatan terjadi antara kelompok dari Koalisi Merah Putih (KMP).

"Kalau dilihat dari perdebatan di situ rata-rata dari KMP," kata Sudding melalui sambungan telepon Selasa (24/11/2015).

Suding menjelaskan, pada akhirnya rapat memutuskan MKD akan meminta pendapat ahli hukum bahasa untuk masalah legal standing pelapor sebagai menteri.

Namun menurut Suding, tidak perlu meminta pendapat ahli soal legal standing tersebut. Sebab menurut politikus Hanura itu, MKD bisa menindaklanjuti perkara tanpa aduan apalagi ditambah adanya pemberitaan secara massif.

"Kalau misalnya ini dianggap bahwa legal standing jadi masalah kita tindaklanjuti saja tanpa pengaduan. Bisa saja bukti Pak Sudirman ditindaklanjuti saja sebagai bukti awal bukti permulaan manggil pihak pihak terkait," ujar dia.

Akhirnya tetap memutuskan untuk meminta pandangan ahli. Sebab, dalam rapat kemarin Koalisi Indonesia Hebat (KIH) kalah suara.

"Kita minoritas, kalau ambil pengambilan keputusan ya kalah," kata dia.


(MBM)

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli
Jelang Manchester City vs Napoli

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli

17 minutes Ago

City dan Napoli sedang berada dalam tren positif. Mereka sama-sama menuai kemenangan dalam enam…

BERITA LAINNYA
Video /