Dituding Langgar Kode Etik, Dokter Spesialis Kebidanan Gugat RSUD Koja

Fauzan Hilal    •    24 November 2015 14:58 WIB
rsud
Dituding Langgar Kode Etik, Dokter Spesialis Kebidanan Gugat RSUD Koja
RSUD Koja, Jakarta Utara. (Foto:Jakarta.go.id)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dian Pratama menggugat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, ke Pengadilan Hubungan Industrial DKI Jakarta. Dokter spesialis kebidanan itu tak terima dituding melanggar kode etik saat memberi pelayanan kepada pasien BPJS Kesehatan.
 
Dian menceritakan, pada Januari 2015, dirinya menerima pasien atas nama Maryani. Dia menderita kista indung telur. Dian merekomendasikan pasien membeli obat injeksi Leuprolin Asetat seharga Rp1,5 juta di apotek RSUD Koja. Ternyata stok obat itu tidak ada. Pasien kemudian meninggalkan nomor telpon agar bisa dihubungi jika obat itu sudah ada.
 
Pada 28 Januari 2015, obat Leuprolin Asetat tersedia di Rumah Sakit Evasari, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, dan dibawa ke RS Koja. Besoknya, obatnya itu disuntikkan ke pasien. Sebelum pulang, pasien meminta kwitansi tanpa kop surat RSUD Koja kepada Bidan Ida.
 
"Tapi saya tidak pernah menandatangani kwitansi itu," kata Dian, Selasa (24/11/2015).
 
Hampir empat bulan kemudian, tepatnya 26 Mei 2015, Dian dipanggil Wakil Direktur Keuangan RSUD Koja Armaida dan Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Ani. Mereka meminta klarifikasi terkait obat seharga Rp1,5 juta. "Saya jelaskan, obat itu dibutuhkan pasien dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan," katanya.
 
Dua minggu kemudian Dian dipanggil Komite Etik. Komite memberi sanksi lisan karena telah melanggar administrasi. Akhir Juni 2015, ia kembali dipanggil manajemen rumah sakit. Manajemen memberi sanksi Dian mengembalikan uang Rp1,5 juta dan hukuman penghentian kerja sementara selama satu bulan.
 
"Sanksi ini membuat saya keberatan," kata Dian.
 
Merasa diperlakukan tidak adil, dokter yang sudah empat tahun mengabdi di RSUD Koja dengan gaji awal Rp500 ribu itu menggugat RSUD Koja. Menurut dia, hukuman yang diberikan rumah sakit cacat hukum karena tak sesuai Undang-undang Ketenagakrajaan.
 
"Mereka (RSUD Koja) bertindak sepihak tanpa prosedur yang benar," kata Dian.

Dian kecewa manajemen RSUD Koja memberikan sanksi tanpa surat peringatan. Padahal, Komite Medik dan Etik Profesi hanya memberikan sanksi teguran ringan melalui surat peringatan pertama kepada dirinya. "Ini (RSUD Koja) langsung pembebasan tugas sementara tanpa didahului surat peringatan kedua dan ketiga," kata Dian.
 
Kuasa hukum Dian, Madnasih Manong, mengatakan, pihaknya menuntut manajemen RSUD Koja membayar ganti rugi sebesar Rp1 miliar dan meminta nama baiknya kliennya dipulihkan. "Klien saya tidak terima dengan hukuman itu," kata Madnasih.


(FZN)

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli
Jelang Manchester City vs Napoli

Sejumlah Fakta Menarik Jelang Manchester City kontra Napoli

16 minutes Ago

City dan Napoli sedang berada dalam tren positif. Mereka sama-sama menuai kemenangan dalam enam…

BERITA LAINNYA
Video /