Buruh Menuju Gedung Grahadi, Surabaya Macet

Amaluddin    •    24 November 2015 15:28 WIB
upah
Buruh Menuju Gedung Grahadi, Surabaya Macet
Foto ilustrasi. (Antara/Irsan Mulaydi)

Metrotvnews.com, Surabaya: Buruh di Surabaya dan sekitarnya bakal melakukan mogok kerja selama empat hari. Ribuan pekerja dari wilayah penyangga dan Ibu Kota Jawa Timur bakal menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.

Pantauan Metrotvnews.com, jalur lalu lintas terlihat padat sejak pukul 13.00 WIB. Arus lalu lintas dari arah Jalan Polisi Istimewa menuju Mal Tunjungan Plaza mulai macet. Antrean kendaraan sampai Jalan Raya Darmo dan Jalan Basuki Rahmat. Jalan tersebut mulai dipadati buruh yang hendak menggelar aksi demontrasi di Gedung Negara Grahadihingga pukul 17.00 WIB. 

Ada sekitar 20 bus dan sepeda motor buruh di parkir di jalur tersebut. Kendaraan dari Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Tunjungan dialihkan ke Jalan Embong Malang, Surabaya.
 
Koordinator Serikat Pekerja dan Buruh Jatim Menggugat (Sapujagat), Soekardji, mengatakan demonstasi dilakukan sebagai bentuk penolakan PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Demonstrasi, kata dia, merupakan cara ampuh agar pemerintah cabut aturan tersebut.

"Selain itu, kami mulai empat hari ke depan juga melakukan mogok kerja nasional. Kami sudah mematikan mesin perusahaan untuk itu," kata dia, Selasa (24/11/2015).

Menurut Soekardji, aksi ini dilakukan di sentra-sentra industri semisal di Rungkut, Berbek, Tropodo, Tambak Sawah, Pasuruan Industri, Gresik, dan Mojokerto. Sebagian dari buruh yang melakukan mogok, kata dia, juga akan bergerak ke Gedung Negara Grahadi.

"Kami tidak sweeping tapi murni kesadaran teman-teman pekerja untuk stop produksi hari ini," ujar Koordinator aksi dari Federasi Serikat Pekerja Metal Surabaya, Heri Mardiyanto.

Aksi kali ini membawa tiga tuntutan besar yaitu mendesak pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, kemudian mendesak adanya revisi UMK 2016, serta mendesak segera diterbitkannya peraturan daerah tentang perlindungan tenaga kerja.


(SAN)

Video /