Indonesia akan Jadi Pasar Terbesar di MEA

Ade Hapsari Lestarini    •    24 November 2015 20:15 WIB
mea 2015
Indonesia akan Jadi Pasar Terbesar di MEA
Ajang MEA 2015 -- Ilustrasi FOTO: Dokumentasi Setkab

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia tengah bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang seyogyanya akan mengimplementasikan kebijakan serupa dengan Free Trade Area dalam skala ASEAN.

Kebijakan MEA bertujuan untuk memperkuat posisi 10 Negara yang tergabung didalamnya dalam menghadapi AFTA di 2020. Di samping untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN.

General Manager PT Synergy WorldWide Indonesia, Erwin Dumalang mengatakan, Indonesia memiliki potensi paling besar, baik sebagai pasar terbesar karena jumlah konsumsi yang besar dan juga dari segi penyedia sumber daya manusia (SDM).

"Ada dua hal yang dapat membantu para pelaku bisnis untuk meningkatkan daya saing menghadapi pasar global. Pertama memiliki produk yang berkualitas tinggi yang dibutuhkan oleh masyarakat, misalnya dapat membantu menjawab masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat saat ini. Kedua memiliki SDM yang bisa berkompetisi secara global, ataupun sistem pembinaan yang dapat melahirkan tenaga kerja yang berkualitas," beber dia dalam siaran persnya, Selasa (24/11/2015).

Terkait dengan kedua faktor tersebut pihaknya pun siap menghadapi tantangan global karena memiliki produk dengan kualitas yang sama dengan teknologi mutakhir sehingga jaminan mutunya sama di seluruh dunia.

"Synergy Indonesia juga memiliki marketing plan yang memiliki standar yang sama dengan negara lain dimana Synergy hadir di negara tersebut. Selain itu Synergy membekali SDMnya dengan memberikan pelatihan yang memberikan keahilan yang sama bagi semua pelaku bisnis di seluruh dunia," ungkap Erwin.

Presiden Synergy WorldWide, Dan Norman, menambahkan, Synergy WorldWide merupakan perusahaan yang sudah teruji serta memberikan kebebasan finansial melalui peluang bisnis yang inovatif, dan membentuk budaya kedermawan serta melayani kepada sesama serta terus membuka peluang bisnis global.

"Synergy seluruh dunia sedang berkembang dan terus melaju sebagai perusahaan yang dinamis dan memiliki daya saing tinggi baik dari segi produk suplemen kesehatan maupun industri network marketing. Angka pertumbuhan sekitar 20 persen bagi sebuah perusahaan dunia merupakan pencapaian yang sangat signifikan," jelas Dan.

Sekadar informasi, di Indonesia, Synergy mulai menggeliat kembali di semester ke-2 (Juli-Desember) 2014 lalu di mana berkembang 73 persen dibanding semester ke-1 (Januari-Juni) pada tahun yang sama.


(AHL)

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi
Klausul Pembelian Messi

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi

2 hours Ago

Messi memiliki klausul 300 juta Euro atau jika dirupiahkan menjadi Rp4,7 triliun.…

BERITA LAINNYA
Video /