Ekonomi Dunia Melemah, BI Fokus Perkuat Stabilitas Rupiah

Eko Nordiansyah    •    24 November 2015 20:19 WIB
rupiah menguatbankers dinner
Ekonomi Dunia Melemah, BI Fokus Perkuat Stabilitas Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus fokus mengendalikan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap dinamika ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi dunia yang masih lemah, tidak berimbang, dan rentan terhadap gejolak, tentunya memengaruhi kestabilan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.  

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, gejolak di pasar keuangan dunia sebagai dampak dari antisipasi pasar terhadap rencana kenaikan suku bunga AS dan melambatnya ekonomi Tiongkok telah menekan pasar keuangan domestik, terutama ditandai dengan tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Merespons hal tersebut, Bank Indonesia dengan penuh keyakinan mengambil langkah kebijakan untuk memulihkan stabilitas ekonomi agar tekanan tidak berlanjut dan mengganggu sendi-sendi perekonomian lainnya," kata Agus, dalam sambutannya di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2015, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Dirinya menambahkan, respons BI diwujudkan dalam suatu bauran kebijakan dengan fokus jangka pendek pada upaya pengendalian stabilitas nilai tukar rupiah. Bauran kebijakan tersebut meliputi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran nasional.

"Dari sisi moneter, kami tetap konsisten mengedepankan stance kebijakan moneter yang dapat menjaga inflasi tetap sesuai sasaran dan mengelola neraca transaksi berjalan agar semakin sehat dan kondusif, namun pada sisi lain tetap memberikan ruang bagi pemulihan ekonomi nasional," terang dia.

Melengkapi stance kebijakan moneter dimaksud, berbagai langkah pengendalian stabilitas nilai tukar rupiah juga dilakukan secara berhati-hati yakni dengan mengelola stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat likuiditas rupiah di pasar uang, dan memperkuat pengelolaan supply dan demand di pasar valas.

"Dalam konteks menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia secara terukur berupaya meminimalkan volatilitas nilai tukar agar tidak berlanjut kepada meningkatnya ekspektasi depresiasi rupiah dan inflasi. Strategi ini tentu memiliki harga, yakni turunnya cadangan devisa sebagai first line of defence," pungkas dia.


(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

1 day Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /