Sepanjang 2015, BI Klaim Perekonomian Indonesia Masih Stabil

Eko Nordiansyah    •    24 November 2015 20:23 WIB
bankers dinnerekonomi indonesia
Sepanjang 2015, BI Klaim Perekonomian Indonesia Masih Stabil
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengklaim sepanjang 2015 kondisi perekonomian Indonesia masih stabil di tengah perlambatan ekonomi dunia. Meskipun melambat, perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh.

"Dalam pandangan kami, kondisi Indonesia tetap sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi paling stabil dalam skala negara berkembang," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo, dalam sambutannya di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2015, di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Dirinya menambahkan, kebijakan yang diambil BI tidak lepas dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Seperti reformasi subsidi BBM, pelayanan terpadu satu pintu, percepatan proyek infrastruktur, dan berbagai paket kebijakan yang telah diluncurkan.

Lebih lanjut, Agus memandang, jika sinergi kebijakan yang ditempuh telah mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi terjaganya ketahanan ekonomi nasional. Terbukti dengan terkendalinya depresiasi nilai tukar rupiah sehingga tekanan berlebihan kepada kegiatan ekonomi dapat dihindari.

"Pada kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan perbandingan depresiasi yang terjadi pada rupiah dengan yang dialami oleh mata uang negara lain. Sampai akhir Oktober 2015, rupiah melemah 9,5 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara lain," terang dia.

Sementara sejak awal Oktober 2015, rupiah kembali menguat. Hal ini ditopang dari meningkatnya aliran masuk modal asing sejalan dengan meredanya ketidakpastian kenaikan Fed Fund Rate, dan optimisme pasar terhadap berbagai respons kebijakan yang ditempuh BI, pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Meski mengalami perlambatan pada kuartal II-2015, namun pada kuartal selanjutnya pertumbuhan ekonomi kembali menunjukan peningkatan dengan 4,73 persen dari 4,67 persen. 

Sehingga, masih kata Agus, diperkirakan selama 2015 pertumbuhan ekonomi dapat berada pada kisaran 4,7 sampai 5,1 persen. "Demikian pula halnya dengan pengaruh pelemahan kurs terhadap inflasi, yang masih terkendali terutama pasca penghapusan subsidi BBM. Inflasi masih dalam tren menurun dan kami perkirakan berada dalam sasaran 4 plus minus 1 persen pada 2015," tutup dia.



(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

3 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /