Ahok Sebut Lulung Sudah Telak soal UPS

LB Ciputri Hutabarat    •    26 November 2015 10:16 WIB
korupsi ups
Ahok Sebut Lulung Sudah Telak soal UPS
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok--Metrotvnews.com/LB Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak ambil pusing soal tudingan Wakil Ketua DPRD, Abraham Lunggana (Lulung) yang menduga dirinya tersangka kasus Uniterruptable Power Supply (UPS). Malah ia menyebut posisi Lulung sekarang tidak aman.

"Justru yang masalah itu dianya (Lulung). Karena telak banget anggaran siluman," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).

Ahok menjelaskan, dugaan keterlibatan Lulung bisa dilihat dari munculnya mata anggaran UPS senilai Rp12,1 triliun APBDP DKI 2014. Padahal, anggaran itu tidak dibahas salam Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS). "Itu kenapa saya bilang ada anggaran siluman UPS scanner macam-macam," ungkap dia.

Saat itu, DPRD akan membuat Pansus untuk mengusut korupsi UPS tersebut. Namun pada tahun ini, Ahok bilang DPRD mengaku terlibat dalam kasus UPS ini. "Akhirnya terbukti kan APBD versi mereka ada Rp12,1 triliun beli UPS lagi," ujar Ahok.

Lantaran penjelasan itu, Ahok menyebut pernyataan Lulung tidak masuk akal. Terlebih lagi dirinyalah yang membawa kasus UPS ini ke ranah hukum. Sambil berseloroh, ia juga bersyukur Lulung bukan bagian dari kepolisian.
"Untung saja Lulung bukan Kabareskrim. Kalau kabareskrim bisa dikriminalisasi dia saya," pungkas dia.

Sebelumnya, Lulung yakin Ahok bakal dijadikan tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan UPS. Dia menjelaskan, bila gubernur tak membuat SPD maka lelang pengadaan UPS pun dipastikan tak terjadi. Serta, kasus dugaan korupsi pengadaan UPS itu tak akan pernah ada.

"Yang paling bertanggung jawab dalam kasus UPS ini adalah saudara gubernur, karena dia yang membuat SPD (surat penyediaan dana)," ujar Lulung di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/11/2015).

Selama diperiksa penyidik Bareskrim Polri, Lulung mengaku hanya diberondong enam pertanyaan. Dia mengatakan, bisa menjawab semuanya dengan baik. Pertanyaan yang diajukan seputar lelang.

Lulung sudah bolak-balik diperiksa penyidik Bareskrim Polri terkait dugaan kasus korupsi pengadaan UPS. Pihak Bareskrim pun telah menetapkan empat tersangka, yakni Alex Usman, Zaenal Soleman yang telah lebih dulu dijadikan tersangka. Kemudian, dua tersangka lain berasal dari DPRD DKI yakni Muhammad Firmansyah dan Fahmi Zulfikar.

Sementara Ahok menyebut Lulung tak cocok jadi anggota Dewan. Lulung, menurut Ahok, lebih pas jadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

"Lulung itu cocoknya jadi Kabareskim," kata Ahok di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2015).

Ahok mengatakan, jika benar dirinya dijadikan tersangka, Bareskrim Polri pasti langsung memanggil dirinya. Bareskrim pasti langsung menginvestigasi.


(YDH)


Video /