BI Prediksi Semester Kedua 2016 Ekonomi Bakal Cerah

Suci Sedya Utami    •    26 November 2015 11:36 WIB
ekonomi indonesia
BI Prediksi Semester Kedua 2016 Ekonomi Bakal Cerah
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara. (FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara memandang semester II-2016 merupakan awal mula kondisi ekonomi untuk melaju lebih baik lagi.

"Kalau saya diminta prediksi mungkin di semester kedua baru ada perbaikan. Di semester kedua kita akan lihat stabilisasi," kata Mirza, saat memberikan keynote speech di Seminar Nasional Bertajuk Proyeksi Ekonomi 2016; Mengelola Ekspektasi, di Aula IPMI, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (26/11/2015).

Hal itu bisa dilihat dari adanya kepastian dari perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan Tiongkok. AS diprediksi akan menaikkan suku bunga pertamanya (first rate) dalam normalisasi pada akhir tahun ini. Kenaikan Fed rate diperkirakan akan berlangsung secara gradual, artinya untuk second rate, third rate, dan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap. Namun yang terpenting, sudah ada kepastian dari kenaikan tersebut.

Sedangkan Tiongkok, ekonominya diprediksi membaik tahun depan. Meskipun, di semester pertama dinilai masih akan ada tekanan yang tentunya mempengaruhi ekspor Indonesia ke negeri tirai bambu itu. Namun, di semester berikutnya ekonomi Tiongkok akan mengalami perbaikan.

Dengan melihat kepastian di dua negara ekonomi terbesar dunia itu, maka BI berani membuat proyeksi pertumbuhan tahun depan pada angka 5,2-5,6 persen. Meski memang  diakui Mirza untuk menuju pada batas atas akan memerlukan banyak usaha, di karenakan saat ini saja pertumbuhan ekonomi nasional hanya di angka 4,7 persen.

Selain karena faktor global, adanya pendorong dari domestik juga mendorong ekonomi nasional ke depan. Adanya paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah diharapkan membantu merestrukturisasi ekonomi Indonesia agar lebih baik.

"Maka paket pemerintah harus didorong karena itu merupakan kesempatan untuk merestrukturisasi ekonomi kita. Jadi saat ada kesempatan dalam kondisi, susah ini dimanfaatkan, karena biasanya kalau ekonomi kita sudah bangkit, kita sulit dan enggan untuk membuat paket kebijakan ekonomi di dalam kondisi yang sudah nyaman," pungkas dia.


(AHL)


Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar
Persiapan Piala AFF U-22

Lawan Uji Coba Timnas U-22 Tidak Harus Klub Besar

14 hours Ago

Indra Sjafri membantah bahwa Timnas U-22 akan beruji coba melawan Persija Jakarta dan Persebaya…

BERITA LAINNYA
Video /