Golkar Ganti Personel di MKD, Novanto Dinilai tak Mau Kecolongan

Misbahol Munir    •    27 November 2015 07:54 WIB
pencatut nama presiden
Golkar Ganti Personel di MKD, Novanto Dinilai tak Mau Kecolongan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) berbincang dengan Ketua DPR Setya Novanto (kiri) usai menonton Pagelaran Peduli Bangun Majapahit di Teater Besar TIM ,Jakarta, Kamis (26/11). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean.

Metrotvnews.com, Jakarta: Berbagai langkah terus dilakukan Ketua DPR Setya Novanto agar selamat dari sanksi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Novanto terjerat kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Salah satunya keputusan Fraksi Partai Golkar merotasi anggotanya di MKD. Hal itu dinilai sebagai langkah memastikan agar posisi Novanto aman sebagai Ketua DPR dari kasus 'Papa Minta Saham'.

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Syarwi Pangi Chaniagoi, mengatakan, pergantian itu untuk mengkondisikan kasus Setya Novanto di MKD sehingga bebas dari jeratan sanksi.

Syarwi mengungkapkan, pertarungan di MKD cukup kuat. Pasalnya anggota MKD dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) tak mampu menyelenggarakan sidang terkait kasus Novanto. Sebab itu, pada dua hari lalu kepala parpol yang terafiliasi ke KIH merotasi anggotanya

"Tujuannya tentu supaya niat melakukan kocok ulang atau pelengseran pimpinan DPR berjalan sesuai dengan rencana. Namun Novanto memastikan juga pergantian anggota MKD adalah orang-orangnya Novanto," jelas Syarwi, saat dihubungi, Kamis 26 November 2015 malam.

Kubu Novanto yang didukung Koalisi Merah Putih (KMP), lanjut dia, tampaknya paham upaya yang dilakukan Fraksi PDIP, NasDem, PD, dan PAN yang ingin mempercepat proses melengserkan pimpinan DPR saat ini.  "Namun kubu KMP juga tak mau kecolongan dengan memastikan anggota MKD adalah orang Novanto dan loyal," ungkap dia.

Dia menegaskan, proses MKD itu adalah proses politik dan tidak murni penegakan pelanggaran etika. Sehingga tak bisa dibantah adanya kesan kuat, MKD bekerja sesuai keinginan dan kehendak fraksi dan partai.

"Sebab MKD perpanjangan tangan kepentingan partai, tidak bisa lepas dari kepentingan parpol. KMP kemungkinan pasang badan membela Setnov. Sudirman Said (Menteri ESDM) kemungkinan tamat karir politiknya," pungkasnya.

Seperti diketahui, pergantian personil MKD dari Fraksi Golkar dilakukan setelah didahului empat fraksi lainnya. Yaitu Fraksi PDIP, NasDem, Demokrat dan PAN. Ketua Fraksi Partai Golkar, Ade Komaruddin, Kamis 26 Noveber 2015, menandatangani surat penggantian keanggotaan MKD dari Fraksi PG DPR.

Surat itu bernomor SJ.00643/FPG/DPRRI/XI/2015 ditandatangani Ade Komaruddin sebagai ketua fraksi dan Bambang Soesatyo sebagai sekretaris fraksi. "Sehubungan dengan sesuatu hal, maka perlu diadakan penggantian keanggoataan MKD dari FPG DPR RI," demikian bunyi surat itu, seperti kopian dokumen yang diperoleh awak media, di Jakarta, 26 Kamis 2015.

Pergantian itu menyangkut tiga personel Golkar di MKD. Wakil Ketua MKD Hardisusilo digantikan oleh Kahar Muzakir. Lalu anggota Budi Supriyanto digantikan Adies Kadir. Terakhir, Dadang S.Muchtar digantikan oleh Ridwan Bae.

Penggantian itu dilakukan setelah sebelumnya dilakukan oleh empat fraksi lainnya. Di Fraksi Partai Demokrat, Guntur Sasongko digantikan Fandi Utomo. Lalu di Fraksi Partai Amanat Nasional, Sugiman menggantikan Hang Ali Saputra Syah Pahan dan A Bakrie menggantikan Ahmad Riski Sadiq.

Di NasDem, Fadholi digantikan oleh Akbar Faisal. Terakhir dari Fraksi PDI Perjuangan, Henry Yosodiningrat masuk menggantikan M.Prakosa.

Status para anggota baru itu adalah Bawah Kendali Operasi (BKO) yang bersifat sementara. Biasanya, di kalangan fraksi di DPR, BKO dilakukan untuk peristiwa penting seperti voting capim KPK atau pemilihan pejabat penting negara lainnya.


(OGI)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /