Penumpang Pesawat di Indonesia Belum Bisa Taat Aturan

Annisa ayu artanti    •    28 November 2015 10:27 WIB
bandara
<i>Penumpang Pesawat di Indonesia Belum Bisa Taat Aturan</i>
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Lucky R

Metrotvnews.com, Jakarta: Permasalahan dalam sistem penerbangan di Indonesia tidak ada habisnya, terutama dalam hal tertundanya (delay) pesawat. Namun, hal tersebut sudah menjadi hal umum.

"Ini (delay pesawat) enggak masalah, itu hal biasa, misalnya karena faktor cuaca. Ini satu yang memang tidak bisa dilawan," kata Pengamat penerbangan Captain John Barata, dalam diskusi 'Revolusi Layanan Bandara', di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Menurutnya, faktor cuaca merupakan rahmat Tuhan, sehingga bukan menjadi satu alasan yang menjadi masalah besar. Namun demikian harus bisa diantisipasi.

Faktor kedua, lanjutnya, adalah faktor penumpang. Banyak penumpang di Indonesia belum bisa taat peraturan, apalagi penumpang yang mempunyai jabatan tertentu. Mereka cenderung memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan hak prioritas.

"Faktor penumpang juga sangat berpengaruh, orang Indonesia banyak yang 'pintar'. Padahal dua jam sebelumnya take off harus sudah ada report (check in). Tapi selalu datang mepet-mepet. Lalu, kalau pejabat mereka alasannya 'ini belum telat loh'," beber dia.

John menjelaskan, sebelum pesawat take off, banyak hal yang perlu disiapkan dan saling berkesinambungan. Dia mencontohkan persiapan bagasi. Di mana bagasi terkait dengan penumpang, bila penumpang telat, maka persiapan bagasi juga akan telat, kemudian berdampak pada tertundanya pesawat.

"Banyak yang harus dilaksanakan, titik berat (bagasi) misalnya, tidak boleh seenaknya menaruh bagasi, perlu mengatur posisinya. Kalau seenaknya pesawatnya bisa nungging," pungkas dia.


(AHL)


Video /