Anggaran Miliaran, Sosialisasi KPU Surabaya dan Sidoarjo malah Sepi

Amaluddin    •    30 November 2015 06:27 WIB
pilkada serentak
Anggaran Miliaran, Sosialisasi KPU Surabaya dan Sidoarjo malah Sepi
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Anggota DPRD Provinsi Jatim Agatha Retnosari menyoroti pelaksanaan pilkada serentak, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo yang dinilainya asal-asalan. Sebab, kata dia 'pesta demokrasi' di dua daerah ini tidak nampak gebyarnya karena minimnya sosialisasi.

"Sunyi sepi dan senyap, itu gambaran pelaksanaan pilkada serentak kali ini," kata Agatha, di Surabaya, Minggu (29/11/2015).

Pelaksanaan Pilkada di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo menggunakan dana Rp100 miliar dari APBD. Namun, kata dia, sosialisasi yang dilakukan KPU belum nampak. "KPU-Panwaslu masih terjebak sosialisasi model klasikal, sehingga sosialisasinya tak maksimal," katanya.

Legislator PDI Perjuangan dari Dapil Surabaya-Sidoarjo ini menambahkan, penempatan baliho-spanduk yang buruk, juga rusaknya alat peraga kampanye tanpa segera diganti,  semakin menguatkan bahwa sosialisasi pilkada dilaksanakan asal-asalan. "Itu uang rakyat lho yang dipakai. Mbok ya jangan asal-asalan," katanya.

Dia mengaku khawatir jika sosialisasi yang dilaksanakan dengan cara kuno, klasikal dan asal-asalan, secara nyata berpengaruh terhadap kehadiran pemilih di TPS saat coblosan pilkada 9 Desember mendatang.

"Bisa dipastikan, bila dalam dua minggu ini KPU dan Panwaslu sebagai penyelenggara pemilu tidak memperbaiki diri, maka kehadiran pemilih di TPS akan turun," ujar perempuan yang juga Wakil Bendahara DPC PDIP Kota Surabaya itu.

"Sesuai survey internal yang kami lakukan, persepsi masyarakat terhadap tanggal dilaksanakan Pilkada saja baru 67% yang mengetahui. Ini belum lagi tentang pemahaman pentingnya pilkada yang hanya mencapai 54%, termasuk rendahnya pemahaman pemilih tentang visi misi dan program yang diusung calon. Ini benar-benar mengkhawatirkan," kata dia.

Kreativitas KPU, kata Agatha, menjadi sorotan karena Peraturan KPU dengan jelas mengatur bahwa pasangan calon dan tim kampanye dilarang memasang iklan di media elektronik. "KPU Surabaya dan Sidoarjo harus kreatif, seharusnya sejak jauh hari memanfaatkan viral persebaran lewat jalur sosial media atau media elektronik yang tidak memakan banyak biaya, tapi efektif dalam mendorong kehadiran pemilih, terutama pemilih pemula," tandasnya.


(RRN)

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente
Tottenham Hotspur 2017--2018

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente

1 hour Ago

Babak 16-besar Liga Champions 2017 -- 2018 akan terasa istimewa bagi striker Tottenham Hotspur …

BERITA LAINNYA
Video /