PT BSI Mengklaim Mayoritas Karyawannya Warga Lokal

Meilikhah    •    30 November 2015 23:09 WIB
PT BSI Mengklaim Mayoritas Karyawannya Warga Lokal
Direktur PT BSI Cahyono Seto saat konferensi pers di kantor PT Merdeka Copper Gold Tbk, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2015).MTVN/Meilikhah

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bumi Suksesindo (PT BSI) mengklaim mayoritas karyawannya merupakan warga lokal. Perusanhaan tambang emas ini mencatat sebanyak 90 persen karyawannya berasal dari Banyuwangi.

Direksi PT Bumi Suksesindo (PT BSI) Cahyono Seto mengatakan, PT BSI dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu pemegang saham utama sepakat untuk memberdayakan masyarakat lokal dengan memberikan kontribusi kepada Pemkab Banyuwangi, terutama dari sisi ekonomi.

"Total pekerja PT BSI itu 400-500 orang. 90 persen di antaranya mayoritas masyarakat Banyuwangi. Kami punya keinginan sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama memajukan wilayah Banyuwangi," kata Seto, di Kantor PT Merdeka Copper Gold Tbk. Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (30/11/2015).

Seto menyayangkan sikap anarkis sekelompok orang yang menyerang kantor PT BSI beserta fasilitas di dalamnya. Pasalnya, jika operasional PT BSI terganggu, tentu akan berdampak pada kesejahteraan karyawan yang notabene warga lokal Banyuwangi.

"Kalau sampai terganggu, ekonomi mereka terdampak juga. Karena kami ambil bahan baku makan juga dari situ, supplyer ikan, sayur diutamakan dari daerah situ (Banyuwangi)," kata Seto.

Seto membantah bahwa pendirian perusahaan PT BSI tanpa didahului dengan sosialisasi. Pihaknya, kata dia, sebelum melakukan operasional prakonstruksi sudah lebih dulu mendekati warga.

"Pendekatan sosial kita sudah lakukan dari awal. Tapi setelah insiden ini pendekatan sosial kita tingkatkan lagi, enggak hanya karena ada kejadian, tanpa itu kita sudah jalankan," tegasnya.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi setelah warga tidak puas dalam pertemuan dengan pihak PT Bumi Suksesindo, Kepolisian Resor Banyuwangi, dan pemerintah daerah setempat pada 25 November 2015. Warga yang menginginkan pertambangan emas ditutup langsung berunjuk rasa di kantor PT Bumi di Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Kerusuhan dikabarkan menyebabkan empat orang terkena tembakan peluru karet petugas saat menghalau massa yang merusak fasilitas milik PT BSI.
(AZF)

Video /