Pendapatan Penyesuaian Listrik Bisa untuk Infrastruktur

Annisa ayu artanti    •    01 Desember 2015 00:26 WIB
tarif listrik
Pendapatan Penyesuaian Listrik Bisa untuk Infrastruktur
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adhitya Hendra).

Metrotvnews.com, Jakarta: Besok per 1 Desember 2015 tarif listrik pelanggan golongan 1.300 VA dan 2200 VA sudah tidak bersubsidi. Dengan begitu artinya, untuk kedua golongan tersebut akan mengalami kenaikan tarif listrik. Apa kata anggota DPR?

Salah satu anggota Komisi VII DPR-RI, Fraksi Nasdem, Kurtubi mengatakan, bahwa kenaikan listrik ini akan memberi ruang PLN untuk membangun infrastruktur listrik, seperti pembangkit listrik di beberapa daerah di Indonesia yang rasio elektrifikasinya rendah.

"Itu biar ada kemampuan bagi PLN untuk membangun pembangkit, masih ada puluhan juta orang belum tersambung listrik," kata Kurtubi saat ditemui di komplek parlementer, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2015).

Kurtubi menjelaskan, seharusnya kenaikan tarif listrik bagi dua golongan listrik ini disosialisasikan terlebih dahulu. Hal itu lantaran, tarif listrik kedua golongan ini naik lumayan besar yakni 11 persen atau sekitar Rp1.509 per kWh.

"Perlu ada sosialisasi dari PLN dan pemerintah bahwa kenaikan ini dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk infrastruktur (listrik)," ungkap dia.

Sebagai informasi, sebelumnya PT PLN (Persero) menetapkan mulai bulan Desember 2015 tariff adjusment pada dua pelanggan golongan 1300 VA dan 2200 VA akan diberlakukan.

Hal itu Sesuai Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 31/2014 sebagaimana telah diubah dengan Permen ESDM No 09/2015, tariff adjustment diberlakukan setiap bulan, menyesuaikan perubahan nilai tukar mata uang Dollar Amerika terhadap mata uang Rupiah, harga minyak dan inflasi bulanan.

Dengan mekanisme tarif adjustment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap atau naik berdasarkan ketiga indikator tersebut.



(SAW)

Video /