BKPM Cegah Terjadinya PHK 24.509 Tenaga Kerja di Industri Tekstil dan Sepatu

Dian Ihsan Siregar    •    01 Desember 2015 06:55 WIB
bkpm
BKPM Cegah Terjadinya PHK 24.509 Tenaga Kerja di Industri Tekstil dan Sepatu
Franky Sibarani. Kepala BKPM. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO.

Metrotvnews.com, Jakarta: Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu (DKI-TS) yang ada di BKPM, telah melakukan fasilitasi terhadap 48 perusahaan dan mencegah terjadinya PHK terhadap 24.509 tenaga kerja.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan, desk khusus yang diluncurkan pada 9 Oktober 2015 memang dimaksudkan untuk memfasilitasi investor sektor tesktil dan sepatu yang sudah beroperasi dan menghadapi permasalahan sehingga tidak sampai terjadi PHK. 

Franky menjelaskan bahwa penanganan dari laporan 48 perusahaan yang masuk tersebut akan terbagi menjadi tiga bagian utama yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

"Langkah jangka pendek diarahkan untuk memfasilitasi agar perusahaan yang mengalami kesulitan dapat berjalan kembali. Dari perusahaan yang melaporkan ke Desk Khusus Investasi ini, sebagian menyebutkan kesulitan dalam pembayaran listrik. Kami sudah memfasilitasi dengan PLN dan mereka mendapat kesempatan pembayaran melalui cicilan. Ini cukup membantu perusahaan," ujar Franky dalam siaran persnya, Senin (30/11/2015).

Sementara untuk problem jangka menengah, Franky mengakui, Desk Khusus Investasi berfokus kepada pemberantasan impor ilegal. Dalam hal ini, BKPM telah berkoordinasi dengan Ditjen Bea dan Cukai, di mana lembaga tersebut telah melakukan berbagai penindakan terhadap barang impor ilegal.

Sementara, dalam rencana jangka panjang, pemerintah sudah mengupayakan peningkatan daya saing ekspor melalui perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Dia mengatakan BKPM juga sedang mengusulkan adanya insentif bagi industri garmen dan sepatu yang berlokasi di Jawa dengan nilai investasi minimal Rp 50 miliar dan menyerap tenaga kerja 2.000 orang.

Perusahaan yang mengikuti kriteria diatas akan mendapatkan tax allowance, serta subsisi PPh 21 sebesar 50 persen untuk industri tekstil dan sepatu dengan maksimal karyawan 5.000 orang dengan prosentase ekspor mencapai 75 persen. 

Sepanjang periode Januari-September 2015, sektor tekstil dan sepatu mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp11,55 triliun yang terdiri dari sektor tekstil sebesar Rp9,8 triliun meningkat 148 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya dan sektor sepatu atau alas kaki dengan nilai mencapai Rp1,6 triliun atau turun 35 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sektor tekstil dan sepatu menyerap 106.103 tenaga kerja efektif atau 6,2 kali dari daya serap sektor lainnya setara dengan penyerapan 17.124 tenaga kerja Indonesia per Rp1 triliun investasi yang dilakukan di sektor tersebut.



(SAW)

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions
Liga Champions 2017--2018

Pique Berharap Jumpa City di Liga Champions

1 day Ago

Bek Barcelona Gerard Pique berharap timnya bisa bertemu Manchester City di Liga Champions musim…

BERITA LAINNYA
Video /