Kecelakaan Besar Tandai Akhir Musim Balap Sean Gelael

Hilman Haris    •    01 Desember 2015 11:05 WIB
sean gelael
Kecelakaan Besar Tandai Akhir Musim Balap Sean Gelael
Sean Gelael saat beraksi di GP2 Abu Dhabi (Foto: istimewa)

Metrotvnews.com, Abu Dhabi: Musim balap Sean Gelael berakhir dengan kurang bagus. Pasalnya pembalap muda asal Indonesia yang tampil untuk tim Jagonya Ayam with Carlin itu harus terjebak dalam kecelakaan saat menjalani putaran terakhir seri GP2, Minggu 29 November. Gara-gara kecelakaan yang melibatkan sejumlah pembalap itu pula perlombaan terpaksa dihentikan.

Kecelakaan bermula dari insiden yang melibatkan pembalap Pierre Gasly. Ketika itu mobilnya melintir di tikungan kedua dan  memicu reaksi berantai dari para pembalap lain yang berusaha menghindari kecelakaan. Apes, Sean tertabrak oleh Norman Nato. Tak lama kemudian, Rene Binder, Daniel de Jong, dan Sean menabrak pagar pembatas dengan keras.
 
Mobil Sean terhenti di pagar pembatas dengan moncongnya menghadap ke langit. Situasi menjadi mencekam karena mobil Sean mengeluarkan percikan api. Beruntung Sean dapat keluar dari mobil tanpa cedera. 

Akibat dari besarnya kerusakan yang terjadi dan waktu yang diperlukan untuk melakukan perbaikan, perlombaan tidak dilanjutkan. Lomba dihentikan karena ditakutkan akan membuat GP F1 Abu Dhabi jadi terlambat.
 
Kejadian ini tentunya sangat mengecewakan. Terutama bagi Sean. Sebab, ia sudah mulai menunjukkan kemampuan untuk bersaing. Pada race pertama, Sean mampu melakukan start dengan baik. Ketika itu, ia berhasil melewati Gustav Malja dan Nathanael Berthon di lap pertama.

Sean berada di posisi 18 saat melakukan pit stop. Tetapi apes bagi Sean, ia kembali selip saat menggunakan ban baru yang belum panas. Gara-gara ban tidak memiliki daya cengkram yang cukup saat keluar pit lane, Sean selip dan akhirnya menabarak tembok saat melewati terowongan di bawah lintasan. Ia akhirnya keluar dari balapan.
 
“Ini adalah akhir musim yang sulit dan mengecewakan,” kata Sean. 

“Sama seperti di Bahrain, saya berjuang keras saat menggunakan mesin yang tidak kompetitif dan menghambat saya dalam tiga balapan. Pada akhirnya saya berpikir bahwa saya akan mampu bertarung dengan mesin baru di race kedua. Tetapi kemudian terjadi kecelakaan yang tidak terhindarkan. Sebenarnya kejadian tersebut cukup menakutkan. Saya berhenti dengan melihat ke langit. Tetapi saya banyak belajar tahun ini dan menempatkannya untuk sesuatu yang baik di 2016," tambah Sean.
 
Musim balap 2015 sudah berakhir. Kejuaraan GP2 yang kemungkinan akan berganti nama menjadi Kejuaraan FIA Formula 2 pada musim 2016 sudah menunggu. Pada musim depan, Sean akan beralih ke sebuah tim kuat asal Spanyol, yaitu Campos Racing.


(HIL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /