MKD Diminta Fokus Sidang Terbuka

Mufti Sholih    •    01 Desember 2015 12:52 WIB
pencatut nama presiden
MKD Diminta Fokus Sidang Terbuka
Sudirman Said saat melapor ke MKD---Ant/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Rapat pleno yang digelar Mahkamah Kehormatan Dewan tidak mencapai mufakat kemarin. Rapat malah menyoal masalah yang sudah dibahas dan diputus rapat sebelumnya. Langkah anggota Mahkamah itu dinilai abai terhadap tindak lanjut pengusutan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto.

Peniliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Ronald Rofiandi mengatakan, MKD seharusnya sudah bisa mengagendakan tahapan (prosedur) rapat berikutnya, seperti diatur Pasal 133 ayat (1) dan Pasal 134 UU MD3. Sebab, laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Novanto layak ditindaklanjuti.

"Pimpinan MKD harus segera memutuskan jadwal dan skema pemeriksaan secara kolektif dan kolegial sesuai Pasal 121 ayat (1) UU MD3," kata Ronald dalam keterangannya, Selasa (1/12/2015).

Ronald menyebut, mempersoalkan kembali kedudukan pengadu ataupun kualifikasi alat bukti sudah tidak relevan. Hal itu hanya mengulur waktu. Keabsahan alat bukti masuk dalam tahap pemeriksaan aduan sebagaimana diatur dalam Pasal 143 UU MD3. Karena itu, jelas Ronald, MKD harus fokus sidang terbuka dan agendakan pemanggilan para pihak terkait.

Tak hanya itu, MKD perlu mengantisipasi dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Novanto bisa diputuskan segera dalam masa sidang sekarang. Rencananya, masa sidang berakhir 18 Desember 2015.

"Jika ini tidak selesai pada masa sidang sekarang, MKD akan lebih berpeluang masuk angin. Apalagi didera dengan usulan menghentikan proses di MKD dan membentuk Pansus Freeport," kata Ronald.

Kemarin, sidang Mahkamah tak mencapai kata mufakat. Sejak awal sidang berjalan alot. Masalah lama diungkit sejumlah anggota MKD yang baru. Salah satunya dari Golkar.

Tiga anggota baru dari Golkar memotori meninjau ulang putusan MKD soal legal standing Sudirman Said. Usulan itu diikuti anggota baru dari fraksi lain. Anggota baru MKD ini malah menyebut Mahkamah tak berwenang mengusut kasus Novanto.

MKD akan melanjutkan sidang kasus yang menimpa Ketua DPR Setya Novanto itu hari ini. Sidang akan membahas sejumlah agenda-agenda dan melanjutkannya dengan pemanggilan terhadap Sudirman Said.


(TII)

Video /