Tarif Listrik Naik, Perajin Konveksi di Tegal Menjerit

Kuntoro Tayubi    •    01 Desember 2015 18:06 WIB
tarif listrik
Tarif Listrik Naik, Perajin Konveksi di Tegal Menjerit
Perajin konveksi di Tegal, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Tegal: Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) golongan 1.300 hingga 2.200 VA sebesar 11 persen mulai hari ini semakin memukul keberlangsungan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Mereka mengaku naiknya TDL yang cukup tinggi berdampak pada menipisnya keuntungan yang didapat. Keluhan itu diungkapkan perajin konveksi skala rumahan di sentra industri kecil di Desa Tembok Lor, Tembok Kidul dan Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. 

Haji Mumtasik, perajin konveksi Desa Tembok Banjaran mengaku, para perajin sangat bergantung pada listrik. Utamanya, untuk menghidupkan mesin jahit, bordir, dan sablon.

“Biaya listrik menyumbang 15 persen dari biaya produksi. Apalagi saat ini pasar konveksi sangat lesu, akhir tahun ini bahkan omzet menurun dua puluh lima persen dari beberapa bulan sebelumnya,” ujar Mumtasik, Selasa (1/12/2015).

Setiap bulan, ia mengeluarkan biaya tagihan listrik Rp1,2 juta untuk satu kwh meter. Padahal, ia memiliki dua kwh meter, sehingga biaya yang dikeluarkan mencapai Rp2,4 juta. Dengan kenaikan TDL ia harus membayar biaya tambahan sekitar Rp300 ribu per bulan.

Hal senada disampaikan Samsudin, pengusaha konveksi dari Desa Tembok Lor. Ia memakai listrik 1.300 watt dengan biaya listrik per bulan mencapai Rp875 ribu. Dengan kenaikan TDL, tagihan bulan depan bisa mencapai Rp1 juta.

“Kami hanya bisa pasrah dengan naiknya tarif dasar listrik tersebut. Sementara untuk menaikan harga produk sangat tidak mungkin saat kondisi pasar sedang lesu, karena kami tak ingin kehilangan konsumen,” ujarnya.

PT Perusahaan Listrik Negara resmi memberlakukan sistem penyesuaian tarif (tariff adjustment) untuk golongan 1.300 dan 2.200 VA. Melansir TDL di situs resmi PLN, tarif listrik per 1 Desember untuk golongan R1 dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA ditetapkan sebesar Rp1.509,38 per kilo watt hour (kWh). Tarif ini naik 11 persen dibandingkan tarif sebelumnya Rp1.352 per kWh.


(SAN)


Video /