Hingga November, Kontrak WIKA Baru Capai 60,15%

Dian Ihsan Siregar    •    01 Desember 2015 19:44 WIB
wijaya karya
Hingga November, Kontrak WIKA Baru Capai 60,15%
Ilustrasi. MI/Galih Pradipta.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah meraup kontrak baru sebesar Rp19,03 triliun per November 2015, atau setara 60,15 persen dari target sebesar Rp31,64 triliun.

Angka pencapaian Rp19,03 triliun di akhir November 2015, sehingga perlu meraih kontrak baru sebesar Rp12,6 triliun selama Desember 2015, agar bisa mencapai target kontrak baru sepanjang tahun ini.

"Proyek yang telah diperoleh sampai November 2015, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Rp931,84 miliar, proyek Bendungan Passelorang di Sulawesi Selatan Rp478 miliar," tutur Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Suradi, dalam siaran persnya, Selasa (1/12/2015).

Selain itu, ada bandar udara Oecusie di Timor Leste sebesar Rp1,01 triliun, proyek tol Cisumdawu Phase 2 sebesar Rp633,82 miliar, proyek New Priok Container Terminal di Jakarta Utara sebesar Rp181,5 miliar, proyek Bendungan Keureto di Nanggroe Aceh Darussalam sebesar Rp406,92 miliar, proyek Jalan Non Tol Ciledug sebesar Rp351 miliar.

Kemudian, ada proyek Bendungan Logung Jawa Tengah sebesar Rp584,9 miliar, proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sebesar Rp289,39 miliar, proyek double track Jatinegara-Manggarai sebesar Rp330 miliar dan proyek jalan tol Solo-Kertosono sebesar Rp717,79 miliar.

Hingga kuartal III-2015, perusahaan kontruksi pelat merah ini telah membukukan laba sebesar Rp390,49 miliar. Angka itu turun 2,55 persen bila dibandingkan dengan pencapaian Rp400,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan mencapai Rp8,09 triliun di kuartal III-2015 atau turun 6,04 persen bila dibanding sebesar Rp8,61 triliun pada periode yang sama ketimbang tahun lalu.

"Dengan pencapaian tersebut, perseroan baru meraih 48,91 persen dari target penjualan Rp16,54 triliun. Pencapaian laba juga baru sekitar 51,05 persen dari target laba sebesar Rp764,52 miliar di 2015," pungkas dia.



 


(SAW)