Pemerintah Dorong Swasembada Tembakau

   •    01 Desember 2015 19:51 WIB
tembakaukementan ads
Pemerintah Dorong Swasembada Tembakau
Tembakau. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah siap mendorong swasembada tembakau guna menekan tingginya ketergantungan terhadap impor dari luar terhadap komoditas perkebunan tersebut.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir menyatakan pasar tembakau dalam negeri terus meningkat seiring dengan meningkatnya kapasitas pabrik rokok.

"Namun sebagian bahan bakunya masih impor karena belum dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri," katanya sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (1/12/2015).

Gamal menyatakan, saat ini tembakau Indonesia menyumbang sekitar 34 persen dari kebutuhan pasar tembakau dunia, bahkan beberapa jenis tembakau yang masih bertahan sebagai ikon tembakau Indonesia antara lain Tembakau Deli, Voorstenlands, dan Tembakau Besuki Na-Oogst.

"Beberapa produk tembakau Indonesia yang memiliki kekhasan masih dicari oleh pembeli luar negeri seperti tembakau Deli, tembakau Madura dan tembakau Temanggung," katanya.

Gamal menambahkan perlu disusun kebijakan strategis jangka menengah dan panjang antara lain, kebijakan produksi yang bertujuan menyeimbangkan pasokan dan permintaan, karena pasarnya masih tersedia, maka pengembangan dipacu agar mengurangi impor.

"Tembakau lokal masih diminati pabrik rokok dan pasar ekspor, oleh karena itu perlu kebijakan teknologi pengembangan varietas rendah nikotin, kemudian diversifikasi produk tembakau untuk pestisida," jelas dia.

Direktur Perbenihan Perkebunan dan Pelaksana Tugas Direktur Tanaman Semusim
dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Nurnowo Paridjo menyatakan penurunan produksi disebabkan tekanan dari sektor pertanian ke non pertanian.

"Penurunan produksi juga disebabkan tekanan alihfungsi lahan dari tembakau ke nontembakau. ini yang kita khawatirkan misalnya jadi real estate," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Soeseno menyatakan, produksi tembakau selama beberapa tahun terakhir masih di bawah 200 ribu ton, sedangkan permintaan pasar telah mencapai lebih dari 300 ribu ton, selisih tersebut terpaksa harus di penuhi oleh impor.

"Perlu adanya gebrakan untuk bisa memenuhi pasar dengan meningkatkan produktivitas, sebab produktivitas tanaman tembakau yang ada saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain penghasil tembakau," ujar Soesano.

Data Ditjen Perkebunan mencatat pada 2012 luas lahan meningkat lagi menjadi 269.670 hektare dengan produksi 263.678 ton, sedangkan, pada 2014 luas areal tembakau turun menjadi 206.303 ha dengan produksi 222.187 ton.

 


(SAW)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

1 day Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /