Polda Tak Pernah Terima Surat Pemberitahun Demo Mahasiswa Papua

Renatha Swasty    •    02 Desember 2015 01:24 WIB
demo mahasiswa
Polda Tak Pernah Terima Surat Pemberitahun Demo Mahasiswa Papua
Ratusan mahasiswa dari Pegunungan Papua yang tergabung dalam Tim Peduli Konflik Mimika se-Indonesia melakukan aksi teatrikal di halaman kantor Gubernur Papua. Antara/Roy Ratumakin.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal menegaskan pihaknya tidak pernah menerima surat pemberitahuan demo dari mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Papua. Lantaran tak memiliki izin, demo dibubarkan secara paksa.

"Tidak ada, mereka tidak ada pemberitahuan," ujar Iqbal pada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2015).

Iqbal mengatakan, sekelompok orang yang akan melakukan aksi penyampaian pendapat harus memenuhi UU nomor 9 Tahun 1998. Yakni, ada pemberitahuan sebelumnya berupa tempat aksi serta jumlah.

Dengan begitu kata Iqbal aksi yang memiliki muatan menggangu keamanan, akan dicegah secara maksimal. Juga hak asasi masyarakat lainnya tidak terampas misalnya kemacetan.

"Agar polisi paham, cara bertindak pengamanannya begini dilokalisir, ada himbauan himbauan, tetapi teman-teman dari Papua tidak melakukan hal itu. tiba tiba saja," tambah Iqbal.

Mahasiswa Papua yang melakukan demo di Bundaran HI, kata dia, sudah diperingatkam sebanyak tiga kali oleh Kapolres Jakarta Pusat untuk membubarkan diri. Pihaknya juga sudah menawarkan supaya demonstransi dilakukan di tempat lain, yakni Monas dan di depan Gedung DPR.

Tapi, himbauan tak juga diindahkan. "Dibubarkan baik-baik mereka tidak mau juga, disomasi lah oleh Kepala Keamanan Objek Kapolres Jakpus, tiga kali, setelah tiga kali dilakukan tidak mau juga, ya kita lakukan SOP, pembubaran secara paksa," beber Iqbal.

Meski sudah dibubarkan secara paksa, Iqbal mengatakan mahasiswa melawan. Akibatnya seorang anggota polisi mengalami luka-luka di bagian mata.

Pernyataan berbeda disampaikan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), mereka mengaku dihadang polisi sebelum melakukan aksinya di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Padahal, mereka telah memiliki surat izin untuk mengadakan aksi.

"Kami belum aksi karena titik utama kami di bundaran HI dan sebelum tiba di bundaran kami sudah dihadang," ujar Juru Bicara AMP Abby Douw di tempat yang sama.

Abby mengatakan pihaknya telah mengirim surat izin melakukan aksi penyampaian pendapat. Surat izin sudah diserahkan langsung ke Polda Metro Jaya.

"Sudah kami fax. sudah di setujui," tambah Abby.

Tapi, belum juga melakukan aksi, ratusan mahasiswa yang berasal dari Jawa-Bali itu sudah dihadang pihak kepolisian. Mereka kemudian dibubarkan.


(DRI)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

1 day Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /