Lima Penyebab Jatuhnya Air Asia QZ8501

Al Abrar    •    02 Desember 2015 06:42 WIB
air asia
Lima Penyebab Jatuhnya Air Asia QZ8501
Kabarsanas Bambang Soelistyo menyerahkan badan pesawat Air Asia QZ8501 kepada Ketua KNKT Tatang Kurniadi. Ant/Zabur Karuru.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi terhadap kecelakaan pesawat AirAzia QZ8501. Pesawat yang membawa 162 orang itu mengalami celaka di perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah 28 Desember 2014.

Dari hasil investigasi Flight Data Recorder (FDR), Kepala Sub Kecelakaan Udara KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengungkapkan, ada sejumlah faktor yang berkontribusi pada kecelakaan pesawat tujuan Surabaya-Singapura tersebut.

Pertama, retakan solder pada electronic module di RTLU menyebabkan masalah yang bekelanjutan dan berulang.

Kedua, sistem perawatan pesawat dan analisa di perusahaan yang belum optimal mengakibatkan tidak terselesaikannya masalah berulang. Karena kejadian yang sama terjadi sebanyak 4 kali dalam penerbangan.

Ketiga, awak pesawat melaksanakan prosedur sesuai ECAM pada 3 gangguan awal. Namun setelah gangguan keempat, FDR mencatat indikasi yang berbeda. Indikasi ini serupa dengan kondisi dimana CB direset sehingga berakibat terjadinya pemutusan arus listrik pada FAC.

Keempat, terputusnya arus listrik FAC menyebabkan auto-pilot disengage, flight control logic berubah dari normal law ke alternate law, dan rudder bergerak 2 derajat ke kiri. Kondisi ini mengakibatkan pesawat berguling mencapai sudut 54 derajat.

Terakhir, pengendalian pesawat selanjutnya secara manual pada alternate law telah menempatkan pesawat dalam kondisi 'upset' dan 'stall' secara berkepanjangan sehingga berada di luar batas-batas penerbangan yang dapat dikendalikan awak pesawat.

"Pesawat jatuh pada ketinggian 38.000 kaki, setelah naik dari ketinggian yang sebelumnya 32.000 kaki," kata Nurcahyo.

Dalam melakukan investigasi, KNKT mendapat bantuan dari ATSSB (Australia), BEA (Perancis), AAIB (Singapura), dan MOT (Malaysia) yang bertindak sebagai accredited representatives.

"Terkait hal seperti perijinan rute penerbangan dianggap tidak terkait pada kecelakaan ini," ujar Nurcahyo.

AirAsia QZ 8501 jatuh di sekitaran Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah dengan ketinggian 32.000 kaki di atas permukaan air laut. Pesawat mengangkut 162 orang, terdiri dari dua pilot, empat awak kabin, dan 156 penumpang, termasuk seorang engineer.
 


(DRI)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

11 hours Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /