Nasib 2 Legislator Banten Diketahui Hari Ini

Yogi Bayu Aji    •    02 Desember 2015 07:28 WIB
ott
Nasib 2 Legislator Banten Diketahui Hari Ini
Plt Pimpinan KPK Johan Budi SP----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua anggota DPRD Banten, SMH dan TST, serta Direktur Banten Global Development RT ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, kemarin. Nasib ketiganya di KPK bakal diketahui Rabu 2 Desember, hari ini.

Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi S.P. menjelaskan, mereka masih dalam tahap pemeriksaan intensif 1x24 jam usai ditangkap Selasa 1 Desember, siang.

"Sedang didalami. Besok baru (Rabu ini) disampaikan bagaimana kelanjutannya," kata Johan, Selasa malam.

Lembaga antikorupsi diketahui tengah mencari dua alat bukti dalam kasus dugaan suap yang menjerat mereka. Bila ditemukan, pimpinan KPK kemudian akan menetapkan status tersangka kepada mereka yang terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini.

Johan belum mau banyak bicara soal perkembangan kasus ini. Yang pasti, kata dia, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dari OTT yang tepat terjadi pada Hari AIDS sedunia ini.

"Mereka (masih berstatus) terperiksa," ucap Johan.

SMH adalah Wakil ketua DPRD Banten dari Partai Golkar, sedangkan TST adalah anggota DPRD dari PDIP dan RT adalah Direktur Utama PT Banten Global Development. Mereka dicokok dalam oprasi tangkap tangan siang kemarin.

Ketiganya diciduk di sebuah restoran di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada pukul 12.42 WIB. Ketika itu, mereka sedang bertransaksi suap terkait proses pembahasan Peraturan Daerah pembentukan Bank Banten.

KPK pun menyita uang dalam bentuk pecahan USD100 dan fulus puluhan juta rupiah. Alhasil, mereka bersama tiga sopir diamankan lembaga antikorupsi.

Kemudian, dua staf dari RT diamankan dari kantornya pada pukul 15.30 WIB. Mereka semua kemudian dibawa ke Gedung KPK di Jakarta Selatan untuk diperiksa secara intensif.

Kuat dugaan, pemberian uang kepada DPRD Banten itu terkait pembentukan dan pembahasan Banten Global Development selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Banten. BUMD ini akan mengakusisi bank lain guna membuat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten. Akuisisi ini masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Banten.

Gubernur Banten Rano Karno mengangkat Soedibyo sebagai Ketua Tim Internal Pembentukan Bank Banten. Rencana pembentukan BPD Banten itu sudah digagas sejak 2013 lewat Perda Nomor 5/2013 tentang Pembentukan BPD Banten. Sesuai Perda, total dana pembuatan Bank Banten sebesar Rp950 miliar yang berasal dari dana APBD Banten.

Dilansir situs resminya, PT Banten Global Development (BGD) baru menyerahkan empat nama bank yang akan diakuisisi menjadi BPD Banten atau Bank Banten. Keempat bank tersebut adalah Bank Panin Syariah, Bank Pundi, Bank MNC, dan Bank Windu Kencana. Penyerahan daftar bank yang akan diakuisisi dilakukan Senin malam di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten.

Satu nama bank yang dianggap paling cocok akan dipilih Pemprov Banten selaku pemilik modal untuk dijadikan Bank Banten. Bank Pundi disebut sebagai bank yang akan dibeli. Rencananya, Banten Global akan menjadi juragan baru dari perusahaan milik Recapital Securities ini melalui mekanisme penerbitan saham baru atau right issue. Akuisisi saham Bank Pundi merupakan salah satu tahap yang harus dilalui Banten Global untuk mewujudkan mimpi punya bank sendiri.

Johan tak menampik soal suap terkait peraturan daerah yang berkaitan dengan pembentukan bank. "Dugaan sementara, serah terima berkaitan proses perda, pembentukan bank Banten," jelas Johan.


(TII)

Video /