Saham Konsumer Bangkit, Dow Jones Melesat 168 Poin

Ade Hapsari Lestarini    •    02 Desember 2015 07:56 WIB
wall street
Saham Konsumer Bangkit, Dow Jones Melesat 168 Poin
Aktivitas di bursa Wall Street. (AFP PHOTO/JEWEL SAMAD)

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Amerika Serikat (AS) pada Desember ini mulai menguat karena bangkitnya saham kesehatan dan konsumen. Di samping adanya proyeksi pertumbuhan optimistis penjualan mobil pada November.

Indeks kesehatan S & P melonjak 1,7 persen, sedangkan indeks konsumen diskresioner naik satu persen, usai menuai kerugian pada perdagangan Senin waktu setempat. Adapun penjualan mobil AS yang kuat pada November membuat industri melaju untuk membukukan rekor pada 2015.

Reuters melansir, Rabu, 2, Desember, indeks Dow Jones Industrial Average naik 168,43 poin atau 0,95 persen ke 17.888,35, S & P 500 naik 22,22 poin atau 1,07 persen ke 2.102,63, serta Nasdaq Composite menguat 47,64 poin atau 0,93 persen ke 5.156,31.

Faktor pendukung lainnya, yakni data yang menunjukkan peningkatan kokoh untuk belanja konstruksi pada Oktober. Mengimbangi berita ekonomi yang optimistis, meskipun laporan menunjukkan manufaktur AS November mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Di sisi lain, investor mengamati data ekonomi menjelang pertemuan Federal Reserve minggu depan, di mana bank sentral bisa memutuskan untuk menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Selain itu, investor juga menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis besok, di mana bank secara luas diharapkan untuk meningkatkan program pembelian obligasi triliun euronya.

Sekitar 6,9 miliar lembar saham saham berpindah tangan di bursa AS, sedikit di atas rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 6,8 miliar lembar saham, menurut data Thomson Reuters.


(AHL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

2 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /