Fahri juga Anggap Wajar Namanya Dicatut

Al Abrar    •    02 Desember 2015 13:28 WIB
pencatut nama presiden
Fahri juga Anggap Wajar Namanya Dicatut
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.ANT/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Seperti Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun tak menyoalkan namanya dicatut oleh Ketua DPR Setya Novanto. `Pencurian` nama Fahri terjadi saat Novanto membicarakan perihal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia dengan Direktur PT Freeport Maroef Sjamsuddin dan pengusaha Riza Chalid.

Fahri tak mau mencak-mencak. Dia menyadari, sebagai pimpinan DPR, dirinya cukup populer dan lumrah disebut-sebut dalam sebuah obrolan. Pun dalam obrolan antara Novanto, Maroef, dan Riza. Menurut dia, itu percakapan biasa.

"Obrolan warung kopi," kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Yang menjadi perhatian Fahri justru niat Maroef yang merekam obrolan itu, lalu menyebarkannya ke mana-mana. Di mata Fahri, apa yang dilakukan Maroef adalah penyadapan dan melanggar undang-undang (UU).

Menurut Fahri, Maroef paling tidak melanggar dua UU. Pertama, UU ITE. Kedua, UU Intelijen. Dia mengatakan, hanya ada dua lembaga yang boleh menyadap: petugas intelijen dan lembaga penegak hukum.

"Intelijen boleh menyadap hanya untuk kepentingan Presiden dan presiden boleh mengundang orang untuk mendengarkan. Lembaga penegak hukum boleh menyadap untuk kepentingan penegakan hukum," kata Fahri.

Lagi pula, tambah Fahri, perpanjangan kontrak PT Freeport bukan urusan Novanto. Perpanjangan kontrak pun baru akan dilakukan enam tahun lagi. Jadi, kata Fahri, "Ini hanya obrolan warung kopi, lalu dipakai kop Garuda oleh seorang menteri dan dibocorkan. Itu tindak pidana dan dipakai buat mengintervensi legislatif."

Tak hanya Fahri yang disebut dalam obrolan Novanto, Maroef, dan Riza, yang belakangan transkripnya beredar luas. Ada 17 tokoh yang terbawa-bawa dalam perbincangan "warung kopi" itu.

Nama Luhut paling sering dibawa-bawa. Tercatat nama Luhut disebut sampai 66 kali dalam rekaman berdurasi 1 jam 20 menit 17 detik itu. Nama Presiden Jokowi disebut sebanyak 63 kali.

Nama Hatta Rajasa dan Megawati Soekarnoputri diucap sebanyak tujuh kali. Prabowo Subianto (6); Sudirman Said, Tito Kanivian, dan James Moffet (4); Darmawan Prasojo (13); Fahri Hamzah, Marciano Norman, dan Syafruddin Temenggung (2); Fadli Zon, Wiranto, Surya Paloh, Karni Ilyas, dan Lucas masing-masing disebut sekali.


(ICH)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

14 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /