Jalan-jalan ke Pulau Rempah Ternate

Pelangi Karismakristi    •    09 Desember 2015 15:15 WIB
galeriindonesiakaya
Jalan-jalan ke Pulau Rempah Ternate
Aula pertemuan Sultan Ternate dengan rakyatnya -- Foto: Antara/ Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Ternate: Ternate ialah salah satu pulau penghasil rempah-rempah di Kepulauan Maluku, sehingga mendapat julukan The Spice Islands. Pulau kecil ini juga kaya akan budaya dan sejarah, terbukti dengan adanya kedaton kesultanan yang menjadi cikal bakal sejak 1257.

Kedaton Sultan Ternate hingga kini masih berdiri gagah di tengah Kota Ternate. Di sini, Anda dapat menemukan beragam warisan peninggalan Kesultanan Ternate dan sisa perang pada masa kedatangan orang-orang Eropa di Maluku dan Maluku Utara pada abad ke-15.

Bangunan kedaton cukup luas dengan bentuk segi delapan, dibangun pada 1813 oleh arsitektur asal China. Berlokasi di bukit Limau dengan bentuk menyerupai seekor singa yang sedang duduk bertopang dengan kedua kaki depannya menghadap ke laut dan dilatar belakangi Gunung Gamalama.

Saat menapaki pendopo kedaton, pengunjung akan disambut dengan lambang negara berupa burung elang, yang biasa disebut Goheba oleh orang Ternate. Lambang ini berbentuk dua burung elang yang berdempetan, kepalanya menghadap ke dua sisi yakni ke kiri dan kanan. Tepat di bagian jantungnya, terdapat bentuk hati terbalik berwarna merah.

Goheba menunjukkan sebuah keperkasaan seperti burung elang yang terbang di angkasa. Elang kembar ini menggambarkan bahwa kekuasaan sesungguhnya ada dua, yakni pemimpin dan rakyat. Sayap elang dan hati menghadap ke bawah, mengartikan bahwa pemimpin harus cinta rakyat dan melindungi mereka yang ada di bawah.

"Kalau kepala yang ke kiri dan ke kanan itu, artinya selalu berpandangan ke luar. Ada tulisan Limau Gapi, itu artinya Ternate yang menggambarkan kekuasaan Ternate," papar seorang Bangsa Madopolo atau kepala keluarga besar kesultanan Iskandar.

Saat ini tidak ada sultan yang berkuasa Ternate. Sultan Ternate terakhir, Mudaffar Sjah, telah wafat pada Februari 2015 dan belum ada penggantinya hingga kini.

Kesultanan Ternate berbeda dengan kerajaan-kerajaan lain di Indonesia. Mereka tidak mengenal putera mahkota, pangeran, atau gelar-gelar bangsawan lainnya. Setiap anak laki-laki keturunan sultan melewati prosesi dipilih melalui Bobato 18, dewan adat beranggotakan 18 orang.

Uniknya lagi, kandidat raja yang kini tengah disipakan seluruhnya bukan dari putra mahkota. "Sekarang baru taraf persiapan, mungkin kurang lebih Desember sudah mulai jalan (seleksi). Nanti kemungkinan akan ada penggantian pejabat yang sudah kurang aktif atau mulai uzur," ujar Kapita Lau (panglima) Muhammad Bukhori.

Berkunjung ke Ternate, rasanya kurang lengkap jika tidak membeli buah tangan berupa kerajinan asli bumi rempah-rempah ini. Ada seorang perajin yang berhasil memanfatkan limbah buah capilong atau biji nyamplung menjadi kesenian bernilai ekonomis.

Ulfa Zaenal mengumpulkan buah capilong dari sejumlah pantai di Ternate. Ia menyulap barang yang bagi sebagian orang tidak bermanfaat, menjadi pajangan dinding, bros, vas berukuran besar, dan hiasan cantik lainnya.

"Harapan saya kini ingin memiliki galeri. Jadi selain saya pasarkan di swalayan, bisa saya jual sendiri. Walaupun tidak pernah diikutkan pameran, saya tetap bikin kerajinan ini," kata pemilik Parada Collection itu.

Selesai belanja, tidak ada ruginya bersantai sambil menikmati Tari Taloi di Benteng Tolukko. Tari ini merupakan kreasi Ali Hanafi atau kerap disapa Koh Ai, yang bercerita tentang perempuan Ternate saat berkebun dengan membawa saloi.

"Inspirasi saya dari lingkungan, Maluku Utara ini luas. Saya suka pantau, melihat kehidupan masyarakat lalu saya angkat dalam suatu cerita. Jadilah suatu kreasi yang bisa saya gunakan untuk mengembangkan budaya Maluku Utara," terang Koh Ai.

Penasaran dengan pesona Ternate lainnya? Jangan lewatkan perjalanan Yovie Widianto dan Renitasari Adrian dalam IDEnesia di Metro TV pada Kamis (10/12/2015) pukul 22.30 WIB. Ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya


(NIN)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

3 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /