Kejaksaan dan Kepolisian Kerja Sama Kejar Tahanan Kabur

Lukman Diah Sari    •    03 Desember 2015 07:45 WIB
tahanan kabur
Kejaksaan dan Kepolisian Kerja Sama Kejar Tahanan Kabur
Ilustrasi tahanan kabur. Seorang Pewarta Foto tengah memotret lokasi kaburnya tahanan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari rutan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Untuk mengejar empat tahanan yang kabur, pada Rabu 2 Desember kemarin. Kejaksaan kini telah bekerja sama dengan kepolisian, agar kembali mendapatkan buronannya itu. 

"Usaha yang dilakukan Kejari (Kejaksaan Negeri Jakarta Utara sudah bekerjasama dengan Polres Jakarta Utara dan Polda Metro," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Amir Yanto di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan. 

Tak hanya kerja sama dengan pihak kepolisian, pantauan dilakukan seluruh kejaksaan untuk memburu empat terdakwa yang melarikan diri tersebut. 

"Monitoring Center kejaksaan juga dilakukan untuk memburu 4 terdakwa yang melarikan diri," imbuhnya. 

Amir mengatakan, adanya indikasi kelalaian belum bisa dibuktikan. Lantaran pihaknya masih fokus untuk memburu para terdakwa itu. 

"Belum sampai situ ya," kata dia. 

Dia menuturkan, saat kejadian itu, pihak kepolisian justru mengalami luka-luka lantaran jatuh dari mobil tahanan saat mengejar tahanan yang kabur. 
 
‎"Informasi dari Kajari Jakarta Utara, polisinya itu juga luka-luka. sampai jatuh ke jalan aspal. Untung tidak tertabrak mobil yang di jalan," jelasnya. 

Sementara itu diketahui, para tahanan yang kabur itu sempat mengelabuhi polisi penjaga bahwa ada tahanan yang sakit. Namun, polisi itu justru disiram dengan air yang diduga air cabai. 

"Saat menengok, disiram lah polisi dengan air cabai. Belum ada informasi, dapatnya dari mana," jelas dia. 

Amir memaparkan, saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sumatera Utara harusnya tahanan diborgol saat perjalanan. 

"Saat saya jadi Kajari di Sumut, saya instruksikan kepada staf bahwa tahanan selain di sidang harus diborgol," tukasnya. 

Sementara itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan tahanan yang kabur kini dalam pengejaran. Perihal ini, sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya untuk dituntaskan. 

"Ya nanti kita cek (tahanan tak diborgol), itu kan diserahkan ke Polda masing-masing. Kita cek," ujar Kapolri di Kemenko Polhukam. 

Selain itu, polisi kini masih menelisik adakah unsur kelalaian dalam penjagaan para tahanan itu. Dia menyerahkan langsung masalah ini ke Polda Metro Jaya. "Ada SOP-nya, tanya saja langsung ke Polda," tukas Kapolri. 

Lima tahanan melarikan diri saat perjalanan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara ke LP Cipinang, Jakarta Timur, Selasa malam 1 Desember. Seorang tahanan Nur Hasan alias Nongki ditangkap beberapa saat kemudian.

Empat tahanan lainnya melarikan diri setelah Nur Hasan menyiram Erry Wijaya, polisi yang mengawal, menggunakan air cabai. Saat itu, mobil tahanan yang membawa mereka sudah sampai di depan LP Cipinang.

Saat ini, polisi masih memburu empat tahanan, yakni Hengky Sutejo alias Aldi, Desi Sagita alias Desi, Rio ReynaLdo dan Darma bin Udin. Mereka tahanan kasus narkotika titipan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.




(MEL)

Mourinho Isyaratkan Berhenti Belanja Pemain
Bursa Transfer Pemain

Mourinho Isyaratkan Berhenti Belanja Pemain

9 hours Ago

Pelatih United Jose Mourinho tidak ingin terlalu ngotot untuk memenuhi target yakni membawa emp…

BERITA LAINNYA
Video /