Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Stop Curi Hak Mereka

Sri Yanti Nainggolan    •    03 Desember 2015 13:19 WIB
kesehatan
Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Stop Curi Hak Mereka
Penyandang disabilitas Faraz Mughal di rumahnya di Quetta, Pakistan (Foto:Express)

Metrotvnews.com, Jakarta: Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember, merupakan salah satu cara menggalang kesadaran dan memberikan dukungan kepada para penyandang cacat dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan.

Namun pada kenyataannya, di beberapa negara banyak kaum disabilitas justru dicuri haknya.

World Health Organization (WHO) menyebutkan, di Paskistan 10-15 persen jumlah penduduknya adalah kaum disabilitas dengan 57 persen di antaranya adalah laki-laki.

Namun di Pakistan, kaum disabilitas kurang mendapat perhatian pemerintah. Salah seorang penyandang disabilitas, Faraz Mughal yang menderita muscular dystrophy sejak 2009, mengungkapkan bahwa kaum disabilitas terus bertambah, namun pemerintah hanya memberi kuota pekerjaan 2 persen pada 1981.

Dia juga menyesalkan adanya oknum yang mendapatkan sertifikat disabilitas palsu untuk mengambil keuntungan dari kuota pekerjaan yang telah disediakan untuk mereka.

"Penyandang cacat bergantung pada keluarga mereka. Dan ketika orang-orang tanpa cacat mencuri hak-hak mereka, tidak ada yang lebih tidak adil lagi," ujar Faraz Mughal, dikutip Tribune.com.pk, Kamis (3/12/2015).

Didiagnosa mengidap muscular dystrophy sejak 2009, tidak membuat Faraz Mughal yang menggunakan kursi roda menyerah menjalani hidup.

Meskipun harus menggunakan kursi roda, dia tetap menjalani hari-harinya dengan senyum dan tetap memainkan perannya dalam masyarakat umum.

Pria yang berprofesi sebagai guru ilmu sosial di SMA Shaheed Shafiq Ahmed Khan, Quetta, Pakistan ini menemukan kemampuannya di bidang mengajar dan menulis sastra.

"Aku memiliki kemampuan dalam hal belajar. Masalahku hanyalah aku tak bisa berjalan," ujarnya.

Meskipun tidak memiliki keluhan dengan hal tersebut, cara masyarakat memperlakukan kaum disabilitas terkadang mengganggu Faraz.

Faraz berhasil membuat novel dalam bahasa Urdu berjudul Humjaan. Itu bukti bahwa dia bisa lebih produktif daripada mereka yang bukan kaum disabilitas.

Buku itu ditulisnya selama dua tahun setelah keluar dari pekerjaan sebagai asisten produser di  Radio FM 101 Quetta. Buku tersebut diterbitkan pada 2012.

Enam tahun sudah Faraz menggunakan kursi roda, namun ia tak pernah kehilangan harapan.

Faraz berharap, dengan adanya Hari Disabilitas Internasional, maka akses fasilitas publik seperti rumah, tempat kerja, bisnis utama, pusat rekreasi dan lainnya, menjadi lebih mudah bagi kaum disabilitas.

Dengan demikian mereka tidak lagi dipandang rendah, melainkan menjadi anggota masyarakat yang produktif.


(ROS)


Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

9 hours Ago

Pengacara yang mewakili dua ultras Roma tersangka penganiayaan suporter Liverpool menyatakan ke…

BERITA LAINNYA
Video /