Menhan akan Bahas Helikopter Presiden di Rapat Kabinet

Ilham wibowo    •    03 Desember 2015 13:23 WIB
helikopter
Menhan akan Bahas Helikopter Presiden di Rapat Kabinet
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana soal pembelian helikopter untuk Presiden Joko Widodo masih menjadi perdebatan. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu berniat membawa persoalan ini pada rapat kabinet.

"Nanti kita mau rapat pukul 14.00 WIB di kantor Presiden, biar bisa pilih yang mana. Presiden akan pertimbangkan yang ini, ini dan ini. Akan saya beberkan nanti," kata Ryamizard di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2015).

Menhan mengatakan, pembelian helikopter ini penting untuk dilakukan. Namun, perlu disesuaikan dengan kebutuhan mendesak yang harus ditangani.

"Masak mau ke Solo saja tidak pakai pesawat. Tapi kita lihat juga keperluan yang mendesaknya seperti apa, nanti kita diskusikan," imbuhnya.

Sesuai dengan arahan Presiden bahwa urusan perencanaan dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) diputuskan melalui Kementerian Pertahanan.

Hingga saat ini Pemerintah belum mengeluarkan keputusan terkait pembelian helikopter VVIP yang sedang dihebohkan. Pemerintah masih menunggu Presiden Joko Widodo kembali dari kunjungan kerja di Paris, Perancis.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden akan berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia di Bandung, setelah kembali dari kunjungan kerja. Kunjungan ini terkait dengan wacana pembelian tiga helikopter VVIP anyar.

Menurut Pramono, keputusan menetapkan jenis helikopter yang akan digunakan Presiden dan Wakil Presiden sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Meski usulan tersebut telah tercantum dalam rencana strategis TNI AU 2015-2019.

"Ya nanti keputusan adalah keputusan pemerintah, bukan keputusan KSAU," ujar dia.

TNI AU berencana membeli tiga helikopter baru VVIP jenis Agusta Westland AW101. Helikopter made in Inggris-Italia ini merupakan helikopter angkut kapasitas menengah yang dapat digunakan untuk kepentingan militer antikapal selam dan sipil.

Helikopter Super Puma VVIP TNI AU digunakan untuk menerbangkan presiden ke daerah yang tidak mungkin didarati pesawat terbang dan terlalu memakan waktu bila ditempuh lewat darat. Helikopter buatan Prancis ini dioperasikan Skuadron 45 VIP TNI AU yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.


(YDH)


Vietnam Juara Piala AFF 2018

Vietnam Juara Piala AFF 2018

1 day Ago

Vietnam sukses menekuk Malaysia 1-0 di lek kedua Final Piala AFF 2018. Hasil ini memastikan Vie…

BERITA LAINNYA
Video /