RI-Jepang Perkuat Pembahasan Kerja Sama Keamanan Kawasan

Sonya Michaella    •    03 Desember 2015 13:52 WIB
indonesia-jepang
RI-Jepang Perkuat Pembahasan Kerja Sama Keamanan Kawasan
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melakukan pertemuan 2+2 (two plus two) antara Indonesia dengan Jepang. Isu keamanan juga akan dibahas dalam pertemuan ini.

Pertemuan 2+2 ini akan melibatkan Menlu RI dan Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dengan Menlu Jepang serta Menhan Jepang. Pertemuan akan diselenggarakan pada 17 Desember 2015 di Tokyo.

"Ada tiga cluster yang akan dibahas dalam pertemuan ini. Pertama adalah cluster keamanan di kawasan, kedua cluster isu global dan ketiga adalah hubungan bilateral," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Ruang Garuda, Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

"Akan dibahas legal protection dalam hal ini, bahwa di pertemuan East Asia Summit (EAS) kita mencapai satu kemajuan yang cukup berarti. Di mana Indonesia berhasil disepakati oleh negara-negara EAS mengenai kerja sama untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di kawasan, khususnya di kawasan Laut China Selatan," lanjut Arrmanatha.

Arrmanatha menambahkan yang patut diperhatikan adalah konteks isu global, di mana saat ini dunia menghadapi ancaman terorisme, radikalisme dan tentu juga perkembangan di Timur Tengah. Keterlibatan Indonesia dan Jepang sebagai kontributor pasukan perdamaian PBB turut menjadi perhatian.

Adapun dalam konteks bilateral dalam pertemuan ini akan dibahas pula investasi dan perdagangan dari kedua negara. Tidak hanya itu, isu pertahanan akan menjadi perhatian, yang memuat kerja sama pelatihan militer, transfer teknologi dan beberapa kerja sama lainnya.

Selain 2+2 dengan Jepang, direncanakan pula pertemuan serupa dengan Korea Selatan (Korsel). Pertemuan itu akan dilakukan setelah pertemuan dengan Jepang, namun tidak diketahui waktu pelaksanaannya.

Arrmanatha menjelaskan, dengan Korea, ini bukan pertemuan format 2+2. Ini awalnya Joint Ministerial Commitee (JMC), tapi ada usulan membawa menteri ekonomi untuk membahas kerja sama ekonomi.

Salah satu isu yang menjadi perhatian, terkait undangan dari Korea Selatan kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan bilateral.


(FJR)