Nama Luhut Disebut 66 Kali, JK: Biar MKD Tindak Lanjuti

Dheri Agriesta    •    03 Desember 2015 14:43 WIB
pencatut nama presiden
Nama Luhut Disebut 66 Kali, JK: Biar MKD Tindak Lanjuti
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di DPR. Foto: MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan disebut sebanyak 66 kali dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Muhammad Riza Chalid, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan permasalahan itu kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Saat ditanyakan apakah JK telah melakukan konfirmasi terhadap Luhut, ia tak menjawab. JK sepenuhnya menyerahkan masalah itu kepada MKD.

"Kan tentu nanti Dewan, MKD akan tindak lanjuti semua masalah," kata JK di Gedung Nusantara V, Kompleks Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

JK mengungkapkan, setelah MKD mengungkapkan segalanya pemerintah akan menindaklanjuti temuan selama sidang. Semua itu akan dilakukan jika bukti hukum ditemukan.

"Setelah itu mungkin, pembicaraan di dalam bakal berimplikasi pada hukum, apabila memang punya bukti-bukti hukum," kata JK.

Luhut Binsar Pandjaitan tak mempermasalahkan namanya puluhan kali disebut dalam rekaman kasus `Papa Minta Saham`. Luhut bahkan cenderung tak peduli. "Emang gue pikirin," kata Luhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2015).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menegaskan dirinya tidak ada hubungannya dengan kasus dugaan pencatutan nama Jokowi-JK oleh Ketua DPR Setya Novanto. Sebab dirinya sedari awal tidak setuju perpanjangan kontrak Freeport.

"Nama saya 100 kali disebut pun, urusan apa? Posisi saya dari awal tidak pernah berubah. Saya tidak pernah setuju perpanjangan Freeport sebelum 2019," tegas dia.

MKD kemarin memutar rekaman utuh bukti dugaan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak M. Riza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Percakapan direkam saat ketiganya bertemu di Pacific Place di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa bulan lalu.

Rekaman itu merupakan bukti yang diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said terkait laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Bukan hanya Presiden dan Wakil Presiden, ternyata banyak nama tokoh yang `dijual`. Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan paling banyak disebut: sampai 66 kali.

Ikut pula diseret-seret Menteri ESDM Sudirman Said, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Deputi Kantor Staf Presiden Darmawan Prasodjo.


(DOR)