Ahli Waris Prajurit TNI Tolak Pengosongan Rumah Dinas di Makassar

Andi Aisyah Lamboge    •    03 Desember 2015 16:57 WIB
tni
Ahli Waris Prajurit TNI Tolak Pengosongan Rumah Dinas di Makassar
Foto: Aksi penolakan pengosongan rumah dinas TNI di Jalan Buntu Torpedo, Pisang Utara, Ujungpandang, Makassar, Sulawesi Selatan/MTVN_Andi Aisyah Lamboge

Metrotvnews, Makassar: Sejumlah buku, peralatan rumah tangga, dan pakaian menumpuk di depan sebuah rumah di Jalan Buntu Torpedo, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujungpandang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 3 Desember. Seorang perempuan berkerudung hitam menangis di depan rumah.

Sementara itu, dua ban bekas dibakar di ujung Jalan Buntu Torpedo. Tepat di lorong satu, puluhan prajurit TNI bersenjata lengkap bersiaga. Mereka hendak mengosongkan dua rumah di lokasi itu. Ini berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Makassar Nomor W22-U1/2886/HPPT/XI/2015 yang menyatakan dua rumah milik Komando Daerah Militer VII/Wirabuana itu harus segera dikosongkan.

"Kami hanya mendampingi pihak pengadilan yang melakukan eksekusi. Putusan pengadilan mengharuskan mereka segera keluar dari lahan dan rumah yang ditempati sekarang," kata Wakil Kepala Bagian Hukum Kodam VII/Wirabuana Romelto Napitupulu kepada Metrotvnews.com di Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujungpandang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/12/2015).

Menurut Romelto, kedua rumah itu dan rumah lain di sekitarnya adalah milik Kodam VII/Wirabuana. Rumah itu hingga kini ditempati anak dari anggota TNI.

"Kedua orangtua mereka sudah meninggal. Masih banyak TNI aktif yang butuh tempat tinggal. Sudah diberi peringatan tapi diacuhkan. Akhirnya pengadilan eksekusi hari ini," ujar dia.

Dua rumah yang akan dikosongkan itu ditempati keluarga Peltu (Purn) S Kondo dan Peltu (Purn) Linta. Putra Peltu (Purn) Linta, Jalil Linta mengaku sudah mengajukan permohonan pembuatan sertifikat hak milik untuk rumah itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar.

"Tapi BPN tak mau, karena pihak kelurahan dan kecamatan tidak mau memberi pengantar," kata Jalil Linta.

Dia juga mengaku pernah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Makassar. Gugatan itu diajukan bersama lima ahli waris prajurit TNI lainnya. Salah satunya putri Peltu (Purn) S Kondo, Orfa. Namun gugatan itu pun ditolak pengadilan pada 2007.

"Kami merasa berhak memiliki tanah itu, orangtua kami sudah tinggal di sana sejak tahun 1963," ujar dia.

Selain mengosongkan dua rumah dinas di Jalan Buntu Torpedo, Kodam VII/Wirabuana juga mengosongkan 12 rumah dinas lainnya di Jalan Mappanyukki, Makassar. Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Kolonel I Made Sutia mengatakan, pengosongan rumah dinas di Mappanyukki itu berjalan lancar.

"Tak ada perlawanan berarti seperti di Buntu Torpedo," kata Kolonel I Made Sutia.


(TTD)


Video /