Tiba di Jakarta, Novel Langsung Ngantor ke KPK

Riyan Ferdianto    •    04 Desember 2015 17:38 WIB
novel baswedan
Tiba di Jakarta, Novel Langsung <i>Ngantor</i> ke KPK
Penyidik KPK Novel Baswedan--MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan tiba di Gedung KPK. Novel masuk melalui pintu belakang Gedung KPK sekitar pukul 13.35 WIB.

"Aku dapat info memang sudah di kantor," ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, Jumat (4/12/2015).

Menurut Yuyuk, Novel langsung bekerja seperti biasa untuk menyelesaikan kasus-kasus yang ditangani. "Sepertinya begitu (langsung bekerja)," ujar Yuyuk.

Novel akhirnya mendapatkan penangguhan penahanan. Penanguhan penahanan didapat setelah pimpinan KPK mengirim surat ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis malam 3 Desember 2015.

Kuasa Hukum Novel, Saor Siagian, menuding penyidik Bareskrim Mabes Polri menculik kliennya. Bareskrim bukannya melimpahkan berkas perkara dan tersangka, malah menahan Novel di Polda Bengkulu.

Dia mengatakan surat yang diterima dari penyidik Bareskrim berisi pelimpahan berkas dan tersangka kepada Kejaksaan. Anehnya, setelah ke Kejaksaan, Novel malah dibawa kembali ke Bareskrim. Di sana telah disiapkan surat penahanan atas nama Novel Baswedan di Polda Bengkulu.

"Dia (Novel Baswedan) bilang surat panggilan Anda adalah surat pelimpahan berkas, kok sekarang saya ditahan, mana yang benar? Karena dia memastikan mau menahan saya atau membawa saya ke Bengkulu?" kata Saor menirukan omongan Novel di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2015).

Novel langsung digiring penyidik ke Bengkulu. Tiba di Bengkulu, Novel bukan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu untuk dilimpahkan. Tetapi malah dibawa ke Polda Bengkulu untuk ditahan.

Kemarin 3 Desember, Novel diserahkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu usai dibawa penyidik Bareskrim ke Kejagung. Dia dilimpahkan dari kepolisian ke kejaksaan lantaran berkas perkara sudah lengkap alias P21.

Dia disangka melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seseorang di Pantai Panjang Ujung, Kota Bengkulu. Kasus itu dilaporkan pada 18 Februari 2004 oleh Brigadir (Pol) Yogi Haryanto.

Dia dituduh menembak enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004. Penembakan yang dilakukan anak buah Novel itu diduga mengakibatkan kematian seorang pelaku bernama Mulia Johani alias Aan.

Novel yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu dianggap bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Akhirnya, Novel menjalani pemeriksaan kode etik di Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu.


(YDH)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /