Novel akan Bongkar Kasus yang Menjeratnya

Achmad Zulfikar Fazli    •    04 Desember 2015 18:10 WIB
novel baswedan
Novel akan Bongkar Kasus yang Menjeratnya
Novel Baswedan (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik KPK Novel Baswedan akan membongkar kebenaran yang terjadi dalam perkara yang menjeratnya saat ini. Pasalnya, proses penyidikan yang dilakukan kepadanya telah berakhir.
 
"Saya tetap memandang ini kriminalisasi. Saya akan jelaskan, semoga dalam waktu yang tak terlalu lama," kata Novel di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2015).
 
Novel mengatakan, selama ini dia belum bersedia membuka kasus itu karena menghormati proses hukum. "Setelah sekian lama saya semakin heran, karena hal ini tidak terjadi," ujarnya.
 
Dia kasus yang disangkakan kepada dirinya bentuk kriminalisasi. Apalagi, dia sempat menyidik sejumlah kasus yang berkaitan dengan kesatuan Korps Bhayangkara tersebut.
 
"Saya sangat menyakini ini adalah suatu upaya kriminalasi atas diri saya, karena saya melakukan kegiatan penyidikan terhadap perkara-perkara tertentu," ujarnya.
 
Novel disangka menganiaya yang mengakibatkan luka berat terhadap seseorang di Pantai Panjang Ujung, Kota Bengkulu. Kasus itu dilaporkan pada 18 Februari 2004 oleh Brigadir Yogi Haryanto.
 
Dia dituduh menembak enam pencuri sarang burung walet di Bengkulu pada 2004.  Novel yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Bengkulu dianggap bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Akhirnya, Novel menjalani pemeriksaan kode etik di Mapolres Bengkulu dan Polda Bengkulu.
 
Sanksi teguran dijatuhkan sebagai pelanggaran kode etik atas perbuatan anak buahnya. Namun, setelah insiden itu, Novel masih dipercaya sebagai Kasat Reskrim di Polres Bengkulu hingga Oktober 2005.
 
Kasus ini meledak ketika dia selaku penyidik KPK mendalami kasus Irjen Djoko Susilo yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus simulator SIM. Kepolisian sempat berupaya menangkapnya pada 2012 saat berada di Gedung KPK, namun batal.
 
Sempat mereda, kasus itu kembali berembus ketika KPK berseteru dengan kepolisian di 2015. Novel ditangkap pada Jumat 1 Mei dini hari di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, karena dinilai tidak memenuhi panggilan pertama dan kedua polisi.
 
Menghadapi perkara ini, Novel pernah mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, permohonannya ditolak hakim. Penangkapan dan penahanan terhadap Novel dianggap sah.


(FZN)

Perbandingan Statistik Chelsea dengan Roma
Jelang Chelsea vs AS Roma

Perbandingan Statistik Chelsea dengan Roma

14 minutes Ago

Chelsea yang merupakan jawara Liga Primer Inggris, berada di puncak klasemen dengan mengoleksi …

BERITA LAINNYA
Video /