Tak Lama Lagi, Status PNS Berlaku Nasional

Desi Angriani    •    05 Desember 2015 04:00 WIB
pns
Tak Lama Lagi, Status PNS Berlaku Nasional
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi (kiri) mengikuti Upacara peringatan HUT ke-44 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) sebagai Inspektur upacara di Lapangan Makodam V/Brawijaya Surabaya, Jawa Timur, Senin (30

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak lama lagi, status pegawai negeri sipil (PNS) akan berlaku secara nasional. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Yuddy Chrisnandi mengatakan, tidak ada lagi status PNS pusat maupun daerah.

"Presiden (Joko Widodo) meminta supaya status pegawai negeri ini berlaku nasional. Jadi enggak ada lagi pegawai negeri daerah," kata Yuddy di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Dengan begitu, semua PNS dapat dimutasi ke berbagai daerah sesuai jenjang karier dan prestasi masing-masing. Kebijakan ini, jelas Yuddy, akan membantu standar penilaian secara nasional, baik untuk penentuan gaji, tunjangan pegawai ataupun kenaikan jabatan.

"Konsekuensinya itu sebagai pemersatu nasional kan. Terus kemudian penilaian. Kinerja itu orientasinya bukan prosedur lagi tetapi hasil. Jadi setiap promosi harus memperhatikan rekam jejak dan capaian dari setiap orang yang akan dipromosikan," tutur dia.

Dia menambahkan, konsep tersebut disempurnakan melalui Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara. Landasan peraturan tersebut merupakan turunan dari undang-undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN).

"RPP-nya akan disempurnakan kembali. RPP Aparatur Sipil Negara," imbuh dia.

Wacana ini dibahas dalam rapat terbatas masalah manajemen ASN. Rapat itu dihadiri Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menlu Retno LP Marsudi, Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Kepala BIN Sutiyoso, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.


(OGI)

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi
Klausul Pembelian Messi

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi

1 hour Ago

Messi memiliki klausul 300 juta Euro atau jika dirupiahkan menjadi Rp4,7 triliun.…

BERITA LAINNYA
Video /