Laporan Data Pekerjaan AS Menguat, Dow Jones Cetak 369 Poin

   •    05 Desember 2015 10:06 WIB
wall street
Laporan Data Pekerjaan AS Menguat, Dow Jones Cetak 369 Poin
Aktivitas di bursa Wall Street. (AFP PHOTO/JEWEL SAMAD)

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham di Wall Street berakhir melonjak pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah laporan pekerjaan AS yang mantap membuat kasus Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga Desember menjadi lebih kuat.

Xinhua melansir, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu, 5 Desember, indeks Dow Jones Industrial Average melompat 369,96 poin atau 2,12 persen menjadi 17.847,63. Indeks S&P 500 naik 42,07 poin atau 2,05 persen menjadi 2.091,69. Serta indeks komposit Nasdaq melonjak 104,74 poin atau 2,08 persen ke 5.142,27.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, total gaji tenaga kerja nonpertanian meningkat 211.000 pada November, mengalahkan perkiraan pasar sebesar 200.000, dan tingkat pengangguran tidak berubah pada lima persen.

Penghasilan rata-rata per jam naik empat sen dari Oktober menjadi USD25,25 pada November. Selama tahun ini, angka tersebut naik sebesar 2,3 persen. Laporan itu keluar sebelum pertemuan kebijakan bank sentral AS yang dijadwalkan 15-16 Desember, ketika investor memperkirakan The Fed akan bergerak menaikkan suku bunganya.

Ketua The Fed Janet Yellen minggu ini memberikan penilaian optimistis atas ekonomi AS pada dua kesempatan yang berbeda, menandakan bahwa dia siap untuk menaikkan suku bunganya akhir bulan ini, demi mencegah kejutan di pasar-pasar atau ekonomi.

"Kurva menjadi lebih curam setelah laporan pagi ini menunjukkan komunikasi Yellen keras dan jelas bahwa The Fed akan menaikkan suku pada Desember dan data sekarang sedang diawasi terutama untuk menentukan seberapa cepat suku bunga naik tahun depan dan seterusnya," kata Kepala Ekonom di FTN Financial, Chris Low.

Para pedagang juga mengaitkan beberapa keuntungan Jumat dengan pemulihan setelah dua sesi terakhir dilanda aksi jual besar-besaran. Dalam berita ekonomi lainnya, defisit barang dan jasa AS mencapai USD43,9 miliar pada Oktober, naik USD1,4 miliar dari tingkat direvisi USD42,5 miliar pada September, menurut laporan Departemen Perdagangan AS.

Di luar negeri, ekuitas Eropa memperpanjang kerugian mereka pada Jumat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk menurunkan suku bunga fasilitas deposito sebesar 10 basis poin pada Kamis, dengan indeks patokan FTSE 100 Inggris turun 0,59 persen.

Di Asia, saham Tiongkok ditutup melemah tajam pada Jumat, dengan indeks komposit Shanghai jatuh 1,67 persen, karena kerugian saham keuangan kelas berat menyeret indeks. Untuk minggu ini, tiga indeks utama mencatat keuntungan kecil, dengan Dow, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing naik 0,3 persen, 0,1 persen dan 0,3 persen.

Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, turun 18,22 persen menjadi berakhir di 14,81 pada Jumat. Di pasar lain, dolar AS naik terhadap mata uang utama lainnya karena laporan penggajian non pertanian mendukung ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga akhir bulan ini.

Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh menjadi 1,0869 dolar AS dari 1,0970 dolar di sesi sebelumnya, sementara dolar AS dibeli 123,18 yen Jepang, lebih tinggi dari 122,36 yen pada sesi sebelumnya. Harga minyak turun karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengakhiri pertemuan tanpa perjanjian untuk mengurangi produksi.

Sementara harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik setelah dolar AS menunjukkan pelemahan, bersama dengan short covering oleh para pedagang. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik USD22,9 atau 2,16 persen, menjadi menetap di USD1.084,10 per ounce.


(AHL)

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi
Klausul Pembelian Messi

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi

2 hours Ago

Messi memiliki klausul 300 juta Euro atau jika dirupiahkan menjadi Rp4,7 triliun.…

BERITA LAINNYA
Video /