Bertele-tele, MKD Dikhawatirkan Bingung Tarik Kesimpulan

Eko Nordiansyah    •    05 Desember 2015 14:11 WIB
pencatut nama presiden
Bertele-tele, MKD Dikhawatirkan Bingung Tarik Kesimpulan
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin saat menjadi saksi dalam sidang etik di Mahkamah Kehormatan Dewan. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai dua persidangan yang digelar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait kasus Papa Minta Saham menunjukan upaya memojokkan saksi dan pengadu oleh anggota MKD.

Ketua Formappi Sebastian Salang menjelaskan, beberapa pertanyaan anggota MKD melebihi substansi persidangan. Sebastian khawatir banyaknya informasi yang didapat MKD, justru membuat MKD bingung membuat kesimpulan.

"Saya khawatir dari banyaknya pertanyaan yang digali kepada saksi dan pengadu itu nanti bingung membuat kesimpulan," ujar Sebastian ditemui di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015).

Padahal menurut dia, untuk membuktikan pelanggaran etik yang dilakukan Setya Novanto cukup mudah. "Pertama, apakah benar ada pertemuan itu. Kedua, apakah betul ada pernyataan tentang ini, ini, ini, sesuai dengan rekaman," lanjut dia.

Jika tak juga mengaku. MKD harusnya mengonfirmasi pembicaraan dalam rekaman itu kepada saksi. 

"Tinggal dikonfirmasi, kalau bilang bukan suara saya maka tinggal dihadirkan saja ahli bahasa. Bandingkan suara yang ada dalam rekaman sama dengan pita suara aslinya," pungkas Sebastian.

MKD telah menggelar sidang pelanggar etik yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto selama dua hari terakhir. MKD menghadirkan Menteri ESDM Sudirman Said selaku pelapor terkait dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang dilakukan Setya Novanto untuk memuluskan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Sudirman membawa bukti berupa rekaman pembicaraan antara Setya Novanto, pengusaha Muhammad Riza Chalid, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Percakapan itu pun diperdengarkan di dalam sidang MKD.

MKD bahkan memanggil Maroef Sjamsoeddin sebagai saksi. Maroef yang berinisiatif untuk merekam percakapan tiga tokoh itu dianggap menjadi kunci kasus ini. Namun, alih-alih memperlakukan Maroef sebagai saksi, sebagian anggota MKD dinilai menyudutkan Maroef.




(DRI)

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco
Bursa Transfer Pemain

Sulit Dapatkan Perisic, MU Incar Winger AS Monaco

15 hours Ago

Manchester United tampaknya mulai menyerah mengejar winger Inter Milan Ivan Perisic. Teranyar, …

BERITA LAINNYA
Video /