Siapa Mau Belajar Tenun Sarung di Wakatobi?

Fitra Iskandar    •    06 Desember 2015 14:04 WIB
wisata pantai
Siapa Mau Belajar Tenun Sarung di Wakatobi?
Wa Ode Siti, menenun homoru, di depan rumahnya di Desa Liya Togo. (Foto: MTVN/Fitra Iskandar)

Metrotvnews.com, Wakatobi: Di bale-bale di bawah sebuah rumah panggung, Wa Ode Siti asyik menenun. Rumahnya di Desa Liya Togo, tak jauh dari Benteng Keraton Liya. Di Pulau Wangi-Wangi, inilah salah satu sudut pulau yang bisa menjadi tempat para tamu untuk datang bersilaturami sekaligus mengenal salah satu tradisi tenun Indonesia.

Pengunjung yang senang dengan kerajinan khas, terutama kain khas daerah wajib datang ke sini bila sampai di Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi. Di sini, kain khasnya di sebut 'homoru'.

Motif tangkai bunga menjadi ciri khas tenunan, kata Wa Ode Siti. Para penenun di Desa Liya Togo menyebutnya keahlian itu yang turun-temurun dari nenek moyang.  

Kain tenun dibuat dengan benang-benang berwarna cerah. Pengerjaannya bisa memakan waktu paling cepat 20 hari. Ini bila dikerjakan dengan tekun dari pagi sampai sore setiap hari.

Prosesnya yang memakan waktu dan melibatkan 100 persen kerja manusia, membuat kain homoru kedudukannya istimewa. Masyarakat setempat hanya memakainya pada acara-acara tertentu, seperti upacara adat.

Di Desa Liya Togo, ada lima perempuan yang memiliki keahlian menenun kain. Desainer Samuel Wattimena, pernah menyambangi mereka untuk berbagi ilmu. Istri bupati Hugua pun pernah membawa istri Gubernur DKI, Ahok, untuk dapat mengoleksi beberapa kain dari Liya Togo sebagai oleh-oleh dari Wakatobi.

Ketika Kementerian Pariwisata dan pemerintah setempat menggelar Wakatobi Wonderful Festival & Expo,akhir November lalu, rombongan peliput sempat berbincang-bincang santai dengan para penenun setelah kunjungan ke Benteng Liya Togo.



Wa Ode Siti Mempersilakan seorang dari kami menjajal alat tenun tradisional. Sementara yang lain, Wa Noni, Wa Hanila, Wa Aniba tak kalah antusias ikut memperkenalkan teknik dasar menenun sekaligus memberitahu nama dari bagian-bagian alat tradisonal itu.

Sesekali kami tertawa lepas melihat tingkah polah teman lain yang tak melewatkan ajang silaturahmi itu untuk berfoto bersama ibu penenun yang juga tertawa geli melihat teman kami membuat mimik lucu saat selfie.

"Kalau mau yang kesini belajar tenun, satu bulan silakan saja. Nanti menginap, tinggal sama kami. Satu bulan pun tidak apa-apa. Nanti kami ajari kalau mau, satu bulan pun sudah bisa, tapi tergantung juga mau serius belajarnya ataukah tidak?" kata Wa Aniba yang dianggap guru oleh tiga penenun lainnya di desa itu.


(FIT)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /