Perlintasan Sebidang Seharusnya Sudah Tidak Ada di Jakarta

Wanda Indana    •    07 Desember 2015 06:02 WIB
kecelakaan kereta api
Perlintasan Sebidang Seharusnya Sudah Tidak Ada di Jakarta
Ilustrasi perlinatasan kereta - ANT/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Transportasi, Ellen Tangkudung menilai perlintasan sebidang di Jakarta seharusnya tidak ada lagi. Selain membahayakan bagi pengendara, hal itu juga amanah dari Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian.
 
“Perlintasan sebidang itu harusnya tidak ada lagi di Jakarta. Seharunya dibuat flyover di atas perlintasan dan dibuat terowongan atau underpass,” ujar Ellen saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Minggu (6/12/2015).
 
Ketua Dewan Transportasi Jakarta itu mengatakan, pada Pasal 91 UU No. 23 Tahun 2007, dikatakan setiap perpotongan antara jalur kereta api dengan kendaraan jalan raya harus dibuat tidak sebidang. Namun, dalam peraturan tak disebut kapan tenggat bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun perlintasan tidak sebidang.
 
“Jadi masyarakat harus tertib sambil menunggu pembangunan perlintasan tak sebidang," tambah Ellen.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal menyebut pihaknya bakal menggelontorkan anggaran Rp49 miliar untuk membangun sembilan perlintasan tidak sebidang pada 2016. Sembilan perlintasan tak sebidang akan dibangun di Lontar, Bintaro, Kartini, Pancoran, dan Menteng.
 
Namun, upaya pembangunan perlintasan tak sebidang sangat sulit dilakukan. Selain harus melakukan rekayasa lalu lintas, perizinan pembangunan perlintasan tak sebidang rumit.
 
Seperti diketahui, kecelakaan pada perlintasan sebidang kerap terjadi. Minggu (6/12/2015), 18 orang tewas, enam lainnya luka-luka akibat, kereta rel listrik (KRL) Commuter Line menabrak metromini B80 di perlintasan Angke, Jakarta Barat.
 
Dari pengakuan saksi mata di tempat kejadian, diketahui sopir metromini nekat menerobos perlintasan meski palang pintu sudah tertutup.


(REN)