Sebuah "Memo" Bisa Membuktikan Platini Tidak Terlibat dalam Skandal FIFA

Achmad Firdaus    •    07 Desember 2015 07:22 WIB
fifa
Sebuah
Michel Platini dan Sepp Blatter (Foto: AFP PHOTO / IAN KINGTON)

Metrotvnews.com, Paris: Pengacara Michel Platini terus berupaya untuk membebaskan kliennya dari segala tudingan yang menyebutnya terlibat dalam skandal korupsi yang terjadi di tubuh FIFA. Bahkan, sang pengacara menyatakan bahwa ada sebuah memo yang bisa membuktikan bahwa Presiden UEFA tersebut tidak bersalah.

Platini terseret dalam skandal korupsi FIFA lantaran dituding menerima uang haram atau yang disebut “disloyal payment” dari Sepp Blatter pada 2011. Saat ini, baik Platini dan Blatter tengah menjalani sanksi skorsing atau l arangan aktif selama 90 hari.

Pengacara Platini, Thomas Clay kini melontarkan fakta baru yang menurutnya bisa membebaskan kliennya dari segala tuntutan. Clay menunjuk sebuah “memo” yang diterbitkan koran Prancis, Le Journal du Dimanche, Minggu lalu sebagai bukti penting.

Clay menyebut bahwa “disloyal payment” yang kini menjerat Platini merupakan pembayaran legal, dan semua itu tertera dalam memo setebal 23 halaman tersebut. Kontrak itu sendiri ditandatangani oleh Blatter dan anggota komite eksekutif FIFA dan UEFA.

“Sejak saat kami memiliki bukti perjanjian antara FIFA dan Mr Platini, dan diketahui oleh Pejabat UEFA, maka penyelidikan ini telah berakhir. Bagi kami, (memo) itu merupakan bukti yang sangat penting untuk membuktikan bahwa selama ini Mr Platini selalu mengatakan yang sebenarnya,” ujar Clay.

Lebih jauh, Clay menceritakan bahwa memo tersebut dibuat pada November 1998. Dalam memo tersebut tertulis bahwa Platini dibayar 1 juta swiss franc (Rp13 miliar) atas pekerjaan yang ia lakukan untuk FIFA pada 1998—2002. Mengapa uang tersebut baru dibayarkan pada 2011? Blatter mengatakan, karena saat itu FIFA tengah mengalami krisis finansial.

“Memo itu menunjukkan bahwa tidak akan unsur rahasia dalam kontrak tersebut, dan itu melibatkan banyak orang, termasuk anggota UEFA dan FIFA. Semua itu (soal pembayaran) itu sudah diketahui sejak 1998,” lanjutnya.

Saat ini, baik Platini dan Blatter masih berjuang untuk menyelamatkan karier dan reputasi mereka. Keduanya dijadwalkan untuk menjalani sidang dengar dengan komite etik FIFA pada 16 Desember, dan keputusannya akan diumumkan pada 21 Desember 2015.

Platini berjuang keras untuk lepas dari tuntutan ini, pasalnya, mantan bintang Juventus dan Timnas Prancis itu masih berharap untuk bisa maju dalam pemilihan Presiden FIFA pada 26 Februari tahun depan. Untuk bisa masuk sebagai kandidat pengganti Blatter, maka, Platini harus menyelesaikan kasus ini sebelum waktu pemungutan suara dilakukan. (BBC)


(ACF)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /