Kuasa Hukum: Setya Novanto Akan Jelaskan Semua

Wanda Indana    •    07 Desember 2015 07:35 WIB
pencatut nama presiden
Kuasa Hukum: Setya Novanto Akan Jelaskan Semua
Setya Novanto. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto. Novanto dipanggil sebagai teradu yang dilaporkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said. 
 
Novanto akan dimintai keterangan terkait pertemuan dirinya dengan pengusaha minyak M. Riza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin terkait pembahasan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. 
 
Kuasa Hukum Novanto, Firman Wijaya belum dapat memastikan apakah Novanto akan hadir dalam sidang etik tersebut. Yang jelas, kata dia, Novanto sudah menerima surat undangan dari MKD.
 
"Saya tidak bisa memastikan, ini makanya saya mau ketemu beliau," kata Firman kepada Metrotvnews.com, Senin (7/12/2015).
 
Kendati demikian, secara pribadi, Firman meyakini Novanto akan datang menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan publik terkait pertemuan tersebut. "Tapi sebagai negarawan, pasti datang lah. Beliu akan jelaskan semua. Cuma tidak tahu jam berapa," tambah dia. 
 
Dalam sidang etik sebelumnya, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) memutar rekaman utuh bukti dugaan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha minyak M. Riza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Pertemuan diinisiasi Riza di lantai 21 Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta Selatan, 8 Juni 2015.
 
Dalam pertemuan itu, Maroef merekam seluruh isi percakapan selama 1 jam 27 menit. Rekaman itu merupakan bukti yang diserahkan Menteri ESDM Sudirman Said. terkait laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Isi rekaman  cukup mencengangkan. Sebab, jabatan presiden dan wapres dicatut buat diberi jatah saham PT Freeport. Tak hanya itu, Novanto dan Riza juga membicarakan soal bisnis PLTA Urumuka yang akan digagas Freeport.
 
Selama pertemuan, Maroef mengakui banyak nama disebutkan. Antara lain, Luhut Binsar Pandjaitan yang saat itu menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Novanto dengan terang berusaha meyakinkan Maroef soal usahanya buat menegosiasikan perpanjangan kontrak karya PT Freeport. Namun sebaliknya, Maroef justru menilai Novanto sedang melakukan pencaloan.


(REN)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

2 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /