Komentar Mensos Ihwal Penolakan Anak dengan HIV

Pythag Kurniati    •    07 Desember 2015 13:08 WIB
aids
Komentar Mensos Ihwal Penolakan Anak dengan HIV
Penolakan warga saat Adha yang dirawat LSM Lentera akan dipindahkan ke permukiman tersebut. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Boyolali: Komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan agar tidak terjadi penolakan terhadap Orang dengan HIV/AIDS (Odha). Sebab, tingkat pemahaman di masyarakat tidak sama.

“Ini menjadi problem besar kita untuk bisa mendapatkan informasi secara komprehensif bagaimana tingkat penerimaan sosial masyarakat terhadap mereka yang terinfeksi HIV/AIDS,” ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Kongres ke-XVIII IPNU dan Kongres ke-XVII IPPNU di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (07/12/2015).

Khofifah mengatakan, edukasi ke masyarakat menjadi tugas pemerintah daerah. Tugas itu bisa dilakukan dengan bergandengan tangan dengan dokter, relawan dan para penggiat Odha.

“Mereka yang bisa memberi penjelasan kepada masyarakat terutama mengenai pola-pola penularan virus itu, sehingga tidak ada ketakutan berlebihan di masyarakat yang berujung pada penolakan. Kuncinya ada komunikasi, informasi dan edukasi,” papar Mensos.

Pernyataan Khofifah tersebut menyusul penolakan masyarakat Kelurahan Kedung Lumbu, Solo, terhadap 17 Anak dengan HIV/AIDS (Adha). Warga tak mau Adha menempati rumah singgah di kawasan tersebut.

Pengelola LSM Lentera yang menangani 17 Adha, Yunus Prasetyo mengatakan kejadian bermula saat rumah singgah di tempat yang lama telah habis masa kontrak. Akhirnya diputuskan memindahkan Adha ke rumah salah seorang pengelola LSM, Puger Mulyono di Jalan Senopati RT 04 RW 04 Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Solo. 

“Kami tidak punya dana untuk mengontrak tempat lain. Ketika akan melihat rumah tersebut pada Minggu (06/12/2015), warga justru memasang barikade di jalan masuk gang. Kami dan anak-anak tidak diizinkan masuk,” ungkap Yunus.


(SAN)