Marwan Jafar: Banyak Kekayaan Desa Belum Tergarap

Mohammad Adam    •    07 Desember 2015 15:23 WIB
desa tertinggaldana desa
Marwan Jafar: Banyak Kekayaan Desa Belum Tergarap
Marwan Jafar. (Foto: Dokumentasi Kementerian Desa, Pembanguan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Potensi kekayaan alam di desa-desa sangat melimpah. Namun, karena belum digarap optimal, seluruh kekayaan itu belum mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa secara menyeluruh.

Menyadari kondisi ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri desa PDTT) Marwan Jafar menyerukan agar seluruh masyarakat desa segera bekerja mengoptimalkan semua sumber daya yang ada di wilayahnya.

Menurut Marwan, desa-desa di Indonesia sangat subur dan gudangnya potensi. Mulai dari aneka buah-buahan, aneka bunga, kerajinan usaha mikro, sektor pertanian, keindahan alam, dan lain sebagainya.

"Banyak potensi lain yang bisa dieksplorasi untuk kemajuan ekonomi desa dan kawasan perdesaan,” ujar Menteri Marwan dalam keterangan tertulis, Senin (7/12/2015).

Menteri pengawal implementasi UU Desa ini menjelaskan, jika semua potensi desa bisa dikelola dengan optimal, maka ekonomi masyarakat desa pasti akan ikut bergerak. Dengan mengelola potensi yang ada, maka tidak akan ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena roda perekonomian desa akan berjalan dengan baik dan merata.

“Ini yang terus kita dorong. Di desa banyak jenis buah-buahan, jangan sampai buah impor terus membanjiri. Demikian juga potensi sektor pertanian, UMKM, dan banyak lagi potensi lain yang bisa membantu menggerakkan perekonomian desa dan kawasan perdesaan," kata Marwan.

Sekali lagi, ia menegaskan, banyak sekali potensi desa yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

Pemerintah, menurut Marwan, mendukung penuh upaya memajukan desa. Desa mendapat kewenangan dan pengakuan sebagai entitas pemerintahan yang mandiri. Selain itu, ada Dana Desa yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur desa dan pembangunan ekonomi desa berbasis potensi.

Kementerian Desa sendiri adalah pengawal implementasi UU Desa, sekaligus mengarahkan desa-desa agar bisa mengelola potensi yang dimilikinya, termasuk mengawal penggunaan Dana Desa.

"Kami mendorong terus agar desa-desa bisa sejahtera dan mandiri. Ini ikhtiar bersama yang harus dilakukan karena pada adasarnya desa-desa itu sudah kaya akan potensi namun belum digarap secara baik. Padahal jika dikelola, saya yakin ekonomi masyarakat desa akan bangkit,” imbuh Marwan.

Marwan mengingatkan, pemerintahan Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla telah mengarahkan kebijakan membangun desa sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Ini dituangkan dalam Nawa Cita ketiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

“Desa-desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Mayarakat desa adalah pelaku pembangunan. Paradigma ini harus benar-benar dihayati dan dilaksanakan secara penuh oleh semua elemen bangsa,” tandas Marwan.
 


(ADM)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

2 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /