Begini Kondisi Korban Tewas Kecelakaan KRL Vs Metromini

Deny Irwanto    •    07 Desember 2015 15:47 WIB
kecelakaan kereta api
Begini Kondisi Korban Tewas Kecelakaan KRL Vs Metromini
Kondisi metromini yang terlibat kecelakaan dengan KRL Commuter line di Stasiun Muara Angke,--Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan, kondisi korban yang meninggal dalam kecelakaan antara metromini dan KRL Commuter Line cukup parah.

"Kalau melihat lokasi dan kelainan fisik korban cukup parah. Di mana bus sendiri sudah tak berbentuk," ujar Musyafak kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12/2015).

Musyafak menuturkan, dalam pelaksanaan pemeriksaan korban meninggal tidak ada kendala. Namun, ada pelaksanaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak sesuai prosedur, sehingga sedikit menyulitkan proses identifikasi.

"Karena KTP yang ada tidak mencerminkan pemilik. Karena sudah berpindah tempat. Apalagi korban yang meninggal tidak langsung dibawa ke RSCM namun ke RS lain, dan berpindah ke RSCM. Ini barang kali bisa merusak status kemurnian korban," lanjut Musyafak.

Untuk kondisi sopir metromini maut, lanjut Musyafak, awalnya mendapatkan perawatan di RS Sumber Waras. Namun lantaran kondisinya parah, akhirnya nyawa sopir tersebut tidak tertolong.

"Untuk kondisi kernet tangannya putus atas nama Agus Mohammad Ichsan dan masuk dalam korban meninggal," beber Musyafak.

Saat ini, total 17 korban meninggal yang sudah teridentifikasi dan dibawa pihak keluarga. Masih ada satu korban jiwa lagi yang belum teridentifikasi.

"Total korban ada 18, 17 sudah dipulangkan, satu masih di RSCM dengan ciri-ciri seorang laki-laki, umur 20-30 tahun dan tinggi badan 162 centimeter," tandas Musyafak.

Dia menyarankan, jika memang ada masyarakat yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya agar mendatangi posko RSCM untuk mengecek korban yang belum diambil pihak keluarga.

Dalam pemeriksaan terhadap korban, lanjut Musyafak, pihak DVI Polri menggunakan pemeriksaan sidik jari jika memang tidak ada KTP.

"Mr X tidak ada identitas KTP. Benda-benda melekat masih ada. Itulah domain yang tidak bisa saya sampaikan. Nanti saya khawatir ada beberapa orang atau kelompok yang mengakui, terkait dengan asuransi dan lainnya. Kami harus profesional dan menyerahkan korban sesuai dengan datanya," jelas Musyafak.

Kecelakaan metromini terjadi di perlintasan kereta api stasiun Angke, Jakarta Barat, Minggu 6 Desember pagi. Metromini B80 diduga menerobos perlintasan kereta hingga akhirnya tertabrak KRL Commuter line yang sedang melintas.


(MBM)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

2 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /