Kunjungan ke Dapil, Legislator Diduga Kampanye Pilkada

Ahmad Mustaqim    •    07 Desember 2015 16:00 WIB
pilkada serentak
Kunjungan ke Dapil, Legislator Diduga Kampanye Pilkada
Acara kunjungan kerja salah seorang anggota DPR RI Dapil DIY, Idham Samawi di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Bantul: Kampanye terselubung di masa tenang diduga terjadi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Panwas bakal menyelidiki lebih lanjut temuan ini. 

Dugaan kampanye berlangsung saat acara kunjungan kerja salah seorang anggota DPR dari Dapil DIY, M Idham Samawi. Dia mengadakan acara di salah satu rumah makan di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Senin (7/12/2015).

Pantauan Metrotvnews.com, di acara itu ada spanduk bertuliskan "Kunjungan Kerja Dapil HM Idham Samawi Anggota DPR MPR RI F-PDI Perjuangan."

Namun, dalam acara yang dikemas kunjungan kerja itu seperti terjadi kempanye terselubung. Idham memang tak secara spesifik mengucapkan secara terbuka perihal mengampanyekan salah satu paslon.

Ia hanya mengatakan, "Dapat salam dari Bu Ida, mantan pacar saya," kata Idham di awal acara.

Yang dimaksud Bu Ida ialah Sri Suryawidati, yang juga istri Idham. Sri Suryawidati merupakan salah satu calon bupati Bantul yang berpasangan dengan Misbakhul Munir sebagai calon wakil bupati yang diusung PDIP.

Selain mengatakan itu, Idham yang juga pernah tersandung kasus dana hibah Persiba Bantul ini, juga sempat membahas dana APBD Bantul yang terus meningkat sejak ia menjabat bupati mulai 13 Desember 1999. Idham mengatakan, dana APBD Bantul saat awal ia menjabat hanya sekitar Rp176 miliar.

Menurutnya, semenjak Sri Suryawidati menjabat bupati, ABPD Bantul bisa mencapai Rp2 triliun. "Sekarang, tidak usah melaporkan (ke pemerintah pusat) karena Bantul sudah mempunyai perwakilan anggota DPR RI, Muhammad Idham Samawi. Tahun 2030, APBD Bantul harus bisa Rp3 triliun," kata dia. 

Idham juga menjanjikan uang Rp50 ribu dalam forum itu sebagai ganti uang transportasi. Ia pun meminta warga mengisi daftar hadir sebelum mengambil uang itu. 

"Itu harus dipotong pajak 10 persen karena uang dari negara. Tapi enggak usah, saya saja yang bayar pajaknya. Itu memang hak bapak-ibu, kalau tidak absen nanti saya yang repot. Itu bentuk transparansi," kata dia.

Tidak cukup itu, Idham juga janji akan memberi uang Rp110 ribu pada forum yang ia adakan selanjutnya sekitar bulan Januari mendatang.

Di sela berlangsungnya acara tersebut, tampak pula sejumlah pengurus PDIP DIY. Datang pula Ketua DPC PDIP Bantul, Aryunadi yang juga menjabat sebagai ketua tim pemenangan Sri Suryawidati-Misbakhul Munir.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu DIY Divisi Penindakan Pelanggaran, Sri Rahayu Werdiningsih mengaku sudah mengetahui potensi adanya indikasi kampanye terselubung itu. Pengawas, kata dia, juga sudah memberikan surat peringatan dini agar tidak melakukan kampanye terselubung di masa tenang.

"Secara lisan juga sudah diperingatkan. Kita lihat nanti jika ada pelanggaran akan ada penindakan. Setiap ada kegiatan IS (Idham Samawi) selalu melakukan pengawasan agar tidak disusupi kegiatan kampanye," ucap Sri saat ditemui di kantornya.


(SAN)


Komentar Riko Simanjuntak Usai Indonesia Ditekuk Thailand
Penyisihan Grup B Piala AFF 2018

Komentar Riko Simanjuntak Usai Indonesia Ditekuk Thailand

30 minutes Ago

Winger Indonesia Riko Simanjuntak menyayangkan kekalahan dari Thailand pada lanjutan penyisihan…

BERITA LAINNYA
Video /