Bos Freeport Disebut Bisa Dilaporkan ke Jalur Hukum

Damar Iradat    •    07 Desember 2015 17:29 WIB
pencatut nama presiden
Bos Freeport Disebut Bisa Dilaporkan ke Jalur Hukum
Mantan Ketua DPR periode 2009-2014 Marzuki Alie --MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Rekaman percakapan yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin menjadi sorotan publik. Dalam rekaman, Novanto dituding mencatut sejumlah nama untuk memuluskan kontrak karya PT Freeport.

Mantan Ketua DPR periode 2009-2014 Marzuki Alie menilai, apa yang dilakukan Maroef bisa dibawa ke jalur hukum. Maroef tak punya izin merekam percapakan itu.

"Supaya juga orang tidak sewenang-wenang merekam. Yang merekam secara ilegal pun harus ditindaklanjuti secara hukum," ujar Marzuki ketika ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).

Ia menilai, jika tindakan Maroef tidak dilaporkan ke penegak hukum, bukan tidak mungkin banyak orang mengikuti langkah dia untuk menjatuhkan seseorang. Menurut dia, kemungkinan ini perlu dipertimbangkan.

Marzuki juga mengatakan, kasus Novanto harus dituntaskan agar semua terang. "Tegakkan saja undang-undang. Ada enggak pelanggaran undang-undangnya? Kalau ada tindaklanjuti juga. Semua harus ditegakkan. Supaya hukum di republik ini tegak," papar dia.

Mahkamah Kehormatan Dewan pun telah menggelar sidang pelanggaran etik yang diduga dilakukan Novanto. MKD telah menghadirkan Menteri ESDM Sudirman Said selaku pelapor. Sudirman membawa bukti berupa rekaman pembicaraan dan diperdengarkan di dalam sidang MKD.

MKD juga sudah memanggil Maroef sebagai saksi. Maroef yang berinisiatif untuk merekam percakapan tiga tokoh itu dianggap menjadi kunci kasus ini. Namun, alih-alih memperlakukan Maroef sebagai saksi, sebagian anggota MKD dinilai justru menyudutkan Maroef.


(YDH)