Menuju Swasembada, Butuh Waktu Ubah Pola Pikir Petani

Agus Josiandi    •    07 Desember 2015 18:05 WIB
swasembada beras
Menuju Swasembada, Butuh Waktu Ubah Pola Pikir Petani
Petani tengah mencoba mesin transplanter, alat tanam modern bantuan pemerintah pusat. Foto: Metrotvnews.com/Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Menindaklanjuti program Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan, Komando Distrik Militer (Kodim) Bangkalan dan Dinas Pertanian Bangkalan mencanangkan tanam padi serentak. Selain dilakukan untuk menyambut masa tanam, acara ini dilakukan sebagai langkah sosialisasi penggunaan mesin alat tanam (transplanter) hasil bantuan pemerintah pusat untuk meningkatkan hasil produksi petani.

"Ini langkah positif menuju swasembada pangan. Petani diarahkan untuk menanam secara serentak dengan teknologi pertanian yang modern," kata Dandim 0829 Bangkalan, Letkol Sunardi Isnanto, yang memimpin acara tersebut, sekaligus mitra Kementerian  Pertanian dalam menyukseskan program pencapaian swasembada pangan, Senin (7/12/2015).

Namun, sejumlah hal menjadi kendala dalam peningkatan produksi tani dan penggunaan alat pertanian modern itu. Baik Kodim maupun Dinas Pertanian menyebutkan butuh waktu panjang mengubah pola piir petani dari pola pertanian konvensional menuju modern.

"Dari semua proses tersebut, kendala paling utama adalah lambatnya proses pemahaman di tataran para petani karena hingga hari ini pola pikir petani masih konvensional dan terus kami arahkan sehingga beralih ke sistem tanam modern," kata Sunardi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan, Abdul Razak, mengatakan ada dua hal yang menjadi persoalan dalam transisi pertanian modern, yakni pola pikir dan sistem tanam konvensional yang masih dipertahankan para petani, serta lemahnya pemahaman petani akan sistem pertanian modern. "Dua hl itu menjadi penghambat tercapainya swasembada pangan," ujar Razak.

Tingkat produksi padi di Bangkalan hingga November tahun ini mencapai 36.741 ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 36.484 ton.



(UWA)